"Ketimbang Saling Serang, Lebih Baik Dongkrak Popularitas Cawapres..." - Kompas.com

"Ketimbang Saling Serang, Lebih Baik Dongkrak Popularitas Cawapres..."

Kompas.com - 12/10/2018, 17:44 WIB
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyayangkan masa awal kampanye Pemilihan Umum 2019 diisi oleh saling serang tim sukses dan capres-cawapres.

Menurut dia, lebih baik kedua tim sukses fokus meningkatkan popularitas calon wakil presidennya masing-masing.

"Sebetulnya saat-saat ini adalah kesempatan yang baik bagi cawapres untuk sama- sama memperkenalkan diri, meningkatkan popularitas," ujar Hendri kepada Kompas.com, Jumat (12/10/2018).

Baca juga: Politik Saling Serang Dianggap Cara Instan Dongkrak Elektabilitas

"Jadi, daripada saling serang, lebih baik masing-masing mendongkrak popularitas masing-masing cawapres. Karena kalau Jokowi dan Prabowo kan popularitasnya sudah mentok, tinggal cawapresnya," lanjut dia.

Hendri menilai, peningkatan popularitas cawapres menjadi salah satu kunci untuk memenangkan Pilpres mendatang.

Baca juga: Kritik Prabowo Tak Serius Hadapi Pilpres, Andi Arief Tak Khawatir

Hendri juga khawatir masyarakat merasa lelah dan kehilangan gairah menghadapi Pemilu karena kedua kubu yang bukannya menghadirkan adu ide, adu gagasan dan adu solusi, tetapi malah saling serang.

"Kalau enggak ada ide-ide baru, enggak ada gagasan-gagasan baru, masyarakat itu lama-lama bosen saja melihat perdebatan antara dua kubu. Apa saja dikomentari. Soal BBM ramai, terus hilang. Ratna Sarumpaet dikomentarin, ramai, lalu hilang," ujar Hendri.

"Efek negatifnya, takutnya masyarakat capek, lelah terhadap alur proses demokrasi ini," lanjut dia.


Terkini Lainnya

Dijual via Instagram, Bayi Berusia 3 Hari Laku Rp 3,8 Juta

Dijual via Instagram, Bayi Berusia 3 Hari Laku Rp 3,8 Juta

Regional
Terkait Suap Izin Meikarta, Bupati Bekasi dan 4 Pejabat Lainnya Diduga Terima Rp 7 Miliar

Terkait Suap Izin Meikarta, Bupati Bekasi dan 4 Pejabat Lainnya Diduga Terima Rp 7 Miliar

Nasional
Kasus Dugaan Suap Proyek Meikarta, KPK Tangkap Bupati Bekasi

Kasus Dugaan Suap Proyek Meikarta, KPK Tangkap Bupati Bekasi

Nasional
Warga Cililitan Tuntut Kepastian Pembayaran Ganti Rugi Lahan

Warga Cililitan Tuntut Kepastian Pembayaran Ganti Rugi Lahan

Megapolitan
Pemerintah Percepat Kota Layak Anak di 128 Kabupaten/Kota

Pemerintah Percepat Kota Layak Anak di 128 Kabupaten/Kota

Regional
Diduga Suap Bupati Bekasi, Petinggi Lippo Group Billy Sindoro Jadi Tersangka

Diduga Suap Bupati Bekasi, Petinggi Lippo Group Billy Sindoro Jadi Tersangka

Nasional
Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 8 Orang Lain sebagai Tersangka

Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 8 Orang Lain sebagai Tersangka

Nasional
KPK: Bupati Bekasi Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perizinan Meikarta

KPK: Bupati Bekasi Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perizinan Meikarta

Nasional
Fraksi PDI-P Sarankan Pemprov DKI Gaji Penarik Becak untuk Layani Wisatawan

Fraksi PDI-P Sarankan Pemprov DKI Gaji Penarik Becak untuk Layani Wisatawan

Megapolitan
Bacakan Pleidoi, Kuasa Hukum Minta FN Dibebaskan dari Dakwaan dan Tuntutan Pidana

Bacakan Pleidoi, Kuasa Hukum Minta FN Dibebaskan dari Dakwaan dan Tuntutan Pidana

Regional
Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 3 Kepala Dinas dan 1 Pejabat sebagai Tersangka

Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 3 Kepala Dinas dan 1 Pejabat sebagai Tersangka

Nasional
Jalan Jatibaru Raya Dibuka Lagi, Tak Ada 'Re-route' Angkutan Umum

Jalan Jatibaru Raya Dibuka Lagi, Tak Ada "Re-route" Angkutan Umum

Megapolitan
Jenazah Bayi Ditemukan di Tempat Sampah Kawasan Stasiun Tanah Abang

Jenazah Bayi Ditemukan di Tempat Sampah Kawasan Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
KPK Tetapkan Bupati Bekasi sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Bekasi sebagai Tersangka

Nasional
Indonesia Menari, Cara Dekatkan Warga Bandung dengan Tari Tradisional

Indonesia Menari, Cara Dekatkan Warga Bandung dengan Tari Tradisional

Regional
Close Ads X