Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cak Imin Dorong Ridwan Kamil dan Khofifah Masuk Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf

Kompas.com - 05/09/2018, 15:51 WIB
Fabian Januarius Kuwado,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar akan mendorong Ridwan Kamil dan Khofifah Indar Parawansa masuk tim kampanye nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden 2019.

Hal itu dikatakan Muhaimin saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

"Pasti akan saya dorong mereka berdua," ujar Muhaimin.

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu mengatakan sudah berkomunikasi secara langsung dengan Ridwan Kamil dan Khofifah.

Menurut Cak Imin, sejauh ini Ridwan, yang kini menjabat Gubernur Jawa Barat, dan Khofifah, yang akan dilantik menjadi Gubernur Jawa Timur, bersedia.

Baca juga: Ridwan Kamil: Saya Dukung Pak Jokowi, Sudah Clear...

Meski demikian, Cak Imin belum bisa memastikan jabatan apa yang tepat untuk Khofifah dan Ridwan di tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf.

"Nanti sebagai apanya ya. Kayaknya sih pasti masuk," ujar Cak Imin.

Muhaimin berpendapat, keduanya merupakan sosok yang mampu memobilisasi massa dengan baik.

"Keduanya memang orang yang kami butuhkan sebagai pendorong opini, penggerak di masyarakat. Sangat penting Ridwan Kamil dan Bu Khofifah masuk dan saya pastikan sih dia masuk," ujar dia.

Baca juga: Kriteria Ketua Timses Jokowi-Maruf Menurut Puan Maharani

Sebelumnya, Ridwan mengatakan belum bisa menjawab soal masuk atau tidaknya ia dalam tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf.

Ia akan mencari tahu apakah hal itu diperbolehkan peraturan dan perundangan.

Jika peraturan perundang-undangan memperbolehkan, ia akan masuk dalam tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf.

"Saya kira dulu Pak Aher (Ahmad Heryawan) itu ketua tim suksesnya Pak Prabowo. Kalau tidak melanggar aturan, dan tentunya itu bagian hak politik, saya kira enggak masalah," ujar Ridwan saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu pagi.

Kompas TV Dari kubu Prabowo-Sandiaga Uno anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade menyatakan tim pemenangan akan diumumkan paling lambat pekan depan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

MBKM Bantu Satuan Pendidikan Kementerian KP Hasilkan Teknologi Terapan Perikanan

MBKM Bantu Satuan Pendidikan Kementerian KP Hasilkan Teknologi Terapan Perikanan

Nasional
PAN Siapkan Eko Patrio Jadi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

PAN Siapkan Eko Patrio Jadi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

Nasional
Usai Dihujat Karena Foto Starbucks, Zita Anjani Kampanye Dukung Palestina di CFD

Usai Dihujat Karena Foto Starbucks, Zita Anjani Kampanye Dukung Palestina di CFD

Nasional
Kemenag: Jangan Tertipu Tawaran Berangkat dengan Visa Non Haji

Kemenag: Jangan Tertipu Tawaran Berangkat dengan Visa Non Haji

Nasional
'Presidential Club' Dinilai Bakal Tumpang Tindih dengan Wantimpres dan KSP

"Presidential Club" Dinilai Bakal Tumpang Tindih dengan Wantimpres dan KSP

Nasional
Soal Presidential Club, Pengamat: Jokowi Masuk Daftar Tokoh yang Mungkin Tidak Akan Disapa Megawati

Soal Presidential Club, Pengamat: Jokowi Masuk Daftar Tokoh yang Mungkin Tidak Akan Disapa Megawati

Nasional
Gaya Politik Baru: 'Presidential Club'

Gaya Politik Baru: "Presidential Club"

Nasional
Kemenag Rilis Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji, 22 Kloter Terbang 12 Mei 2024

Kemenag Rilis Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji, 22 Kloter Terbang 12 Mei 2024

Nasional
Luhut Minta Orang 'Toxic' Tak Masuk Pemerintahan, Zulhas: Prabowo Infonya Lengkap

Luhut Minta Orang "Toxic" Tak Masuk Pemerintahan, Zulhas: Prabowo Infonya Lengkap

Nasional
PDI-P Yakin Komunikasi Prabowo dan Mega Lancar Tanpa Lewat 'Presidential Club'

PDI-P Yakin Komunikasi Prabowo dan Mega Lancar Tanpa Lewat "Presidential Club"

Nasional
Zulhas: Semua Mantan Presiden Harus Bersatu, Apalah Artinya Sakit Hati?

Zulhas: Semua Mantan Presiden Harus Bersatu, Apalah Artinya Sakit Hati?

Nasional
Soal 'Presidential Club', Yusril: Yang Tidak Mau Datang, Enggak Apa-apa

Soal "Presidential Club", Yusril: Yang Tidak Mau Datang, Enggak Apa-apa

Nasional
Soal Presidential Club, Prabowo Diragukan Bisa Didikte Presiden Terdahulu

Soal Presidential Club, Prabowo Diragukan Bisa Didikte Presiden Terdahulu

Nasional
Soal 'Presidential Club', Golkar Yakin Prabowo Bisa Menyatukan para Presiden Terdahulu

Soal "Presidential Club", Golkar Yakin Prabowo Bisa Menyatukan para Presiden Terdahulu

Nasional
Tanggapi Isu 'Presidential Club', PDI-P: Terlembaga atau Ajang Kongko?

Tanggapi Isu "Presidential Club", PDI-P: Terlembaga atau Ajang Kongko?

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com