Penembak Polisi di Tol Kanci-Pejagan Balas Dendam karena Mertuanya Ditangkap - Kompas.com

Penembak Polisi di Tol Kanci-Pejagan Balas Dendam karena Mertuanya Ditangkap

Kompas.com - 31/08/2018, 12:37 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018). ANTARA/Indrianto Eko Suwarso Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menduga motif pelaku penembakan terhadap polisi di Tol Kanci-Pejagan, Jawa Barat, untuk membalas dendam.

Para pelaku merupakan anggota kelompok teroris Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

Mereka diduga membalas dendam setelah anggota keluarganya ditangkap Densus 88 Antiteror Polri.

"Motifnya kita juga sudah tahu. Jadi, motifnya mertuanya dulu ditangkap. Mertuanya juga dulu JAD, lebih kurang sebulan yang lalu ditangkap, jadi mungkin dia balas dendam," ujar Tito di Bhayangkara TK I R Said Sukanto (Polri), Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (31/8/2018).

Baca juga: Kapolri: Tiga Pelaku Penembakan Polisi di Tol Kanci-Pejagan Anggota JAD

Identitas mereka diketahui setelah kedua pelaku berinisial IC dan RJ mengunjungi rumah sakit di Slawi untuk mengobati luka tembak.

Keduanya tertembak dalam baku tembak dengan polisi.

Saat ini, ketiga pelaku masih dalam pengejaran polisi. Tito mengatakan, pihaknya sudah memiliki informasi lengkap mengenai lokasi tempat tinggal para pelaku beserta keluarganya.

"Kita terus lakukan pengejaran kepada yang bersangkutan, all out. Lebih dari 100 anggota sudah melakukan pengejaran. Kita enggak akan ambil risiko, yang bersangkutan hidup atau mati harus tertangkap," kata Tito.

Baca juga: Kapolri: 3 Pelaku Penembak Polisi Harus Tertangkap, Hidup atau Mati!

Anggota polisi Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jabar ditembak orang tak dikenal di Km 223–400 Tol Kanci-Pejagan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat (25/8/2018).

Kedua polisi yang menjadi korban yaitu Ipda Anumerta Dodon bersama rekannya, Aiptu Widi.

Ipda Dodon mengalami luka di dada dan rahang, sedangkan Aiptu Widi terluka di tangan.

Baca juga: Kronologi Penembakan Dua Polisi PJR di Tol Kanci-Pejagan

Keduanya sempat dirawat di RS Mitra Plumbon, Jawa Barat. Namun, Ipda Dodon meninggal setelah menjalani perawatan medis secara intensif di CT Scan Post Mortem Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Kronologi penembakan berawal saat keduanya bertugas di lokasi dan melihat tiga orang berada di tepi jalur tol.


Aiptu Dodon dan Widi kemudian berhenti dan menegur para pelaku untuk meninggalkan lokasi.

Namun, teguran itu direspons satu dari tiga pelaku dengan mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya ke petugas, hingga terjadi baku tembak.

Komentar
Close Ads X