BNN Telusuri Aset Anggota DPRD Langkat yang Diduga Jadi Bandar Narkoba

Kompas.com - 23/08/2018, 21:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari menuturkan, saat ini Badan Narkotika Nasional (BNN) sedang melakukan penelusuran harta dan aset dari tersangka anggota DPRD Langkat dari Partai Nasdem, Ibrahim Hasan alias Hongkong (45).

“Penelusuran harta dan aset dari tersangka Ibrahim alias Hongkong saat ini masih dalam proses pencarian,” kata Depari melalui pesang singkat, Kamis (23/8/2018).

Depari menuturkan, BNN telah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti buku tabungan, kartu ATM dari beberapa bank, rumah, tanah, mobil, tanah persawahan, serta kebun kelapa sawit.

Depari mengatakan, pencarian terhadap aset terhadap tersangka difokuskan di daerah Medan, Aceh, dan Langkat.

Baca juga: Jadi Bandar Sabu, Anggota DPRD Langkat Ditangkap BNN

BNN, lanjut Depari, akan melakukan koordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana dari tersangka Ibrahim Hasan.

“BNN akan berkoordinasi dengan PPATK dan pihak bank terkait untuk menelusuri aliran dana atau keuangan yang bersangkutan,”kata Depari.

Secara terpisah, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menuturkan, polisi telah melakukan prosedur hukum terhadap penangkapan anggota DPRD Langkat.

“Kami jangan melihat dia dari partai apa, tapi fakta yang kami temukan dia ada barang bukti lebih dari 100 kilogram sabu. Itu fakta yang sudah tak terbantahkan,” kata Setyo saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/8/2018).

Saat ditanya, mengenai sejauh mana perkembangan penyelidikan yang dilakukan, Setyo enggan menjelaskan akan hal tersebut.

“Saya tidak bisa membuka, itu teknis,” kata Setyo.

Diberitakan sebelumnya, calon legislatif dari Partai Nasional Demokrat, Ibrahim Hasan alias Hongkong (45) tertangkap tangan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki tiga karung goni yang berisi sabu seberat 105 kilogram dan 30.000 pil ekstasi.

Ibrahim ditangkap bersama 10 tersangka lain yang diduga menjadi rekan kerja jaringan internasional sindikat narkobanya.

Barang bukti dan 10 tersangka diamankan dari tiga lokasi berbeda yaitu di perairan Aceh Timur, Pangkalan Susu, dan Pangkalan Brandan pada 19 dan 20 Agustus 2018.

Kompas TV Surat pemecatan atas Ibrahim Hasan langsung ditanda-tangani oleh Ketum DPP Partai Nasdem Surya Paloh.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.