Kapolri Sebut Persoalan Utama di Papua adalah Pembangunan Ekonomi

Kompas.com - 20/08/2018, 11:14 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian usai menghadiri Dies Natalis dan Wisuda STIK-PTIK, Rabu (4/7/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian usai menghadiri Dies Natalis dan Wisuda STIK-PTIK, Rabu (4/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, permasalahan utama di Provinsi Papua saat ini adalah pembangunan ekonomi.

Tito tak menampik bila di provinsi paling timur Indonesia itu masih kerap terjadi serangan oleh kelompok bersenjata bisa jadi mengancam disintegritas bangsa.

Namun demikian, kata dia, muara persoalan di Papua adalah pembangunan ekonomi yang belum menyentuh kawasan tertentu. 

"Persoalan utama di Papua itu adalah masalah ekonomi. Permasalahan utama di Papua itu di pegunungan, karena gunung belum banyak tersentuh, akses ke sana sulit. Dan itu jadi masalah," kata Tito usai memimpin serah terima jabatan pejabat tinggi Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2018).


Menurut mantan Kapolda Papua itu, pembangunan di Papua baru bisa dirasakan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Prajurit TNI Diperintahkan Kejar Pelaku Pembunuhan 2 Tentara di Papua

"Belum banyak tersentuh di gunung-gunung, baru saya melihat selaku Kapolda Papua 2012 sampai dengan sekarang baru kepemimpinan Presiden Jokowi ini yang real di gunung terasa," tutur Tito.

"Misalnya Jalan Trans Papua, Bandara Wamena diperbaiki bagus kemudian kami melihat BBM satu harga di gunung, semen dengan masuknya perusahan semen di Manokwari bisa mengcover semua wilayah, sehingga harga semen bisa sama dengan wilayah lain bahkan lebih murah," Tito menambahkan.

Di sisi lain, lanjut Tito, meski pembangunan ekonomi terus digenjot ada saja kelompok yang belum puas dan melakukan aksi kriminal bersenjata. 

Polri, kata Tito, akan tetap melakukan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata di Papua.

Pasalnya, banyak anggota Polri dan TNI gugur dan menjadi korban dari kelompok yang belum puas terhadap pembangunan di Papua.

"Yang jelas, saya tidak melihat itu adalah masalah ras," ujar Tito.

Sementara itu, Kapolda Papua yang baru, Irjen Martuani Sormin yang sebelumnya menjabat Kadiv Propam Polri mengaku siap dengan tugas dan amanah baru sebagai Kapolda Papua.

Baca juga: TNI di Papua Diminta Waspada Pasca-pembunuhan 2 Tentara oleh OPM

Martuani mengatakan, akan berupaya untuk menciptakan suasana tertib, aman, dan kondusif sebagaimana arahan dan petunjuk dari Kapolri.

"Saya pernah punya pengalaman di sana tapi sebagai Kapolda Papua Barat, tentu saya sudah punya gambaran. Dengan pengalaman saya di Papua Barat, sekarang saya ditugaskan di Papua mungkin saya perlu menambah sedikit tentang situasi di sana," kata Martuani

"Tapi harapan saya, dengan hadirnya saya di Papua bisa membawa suasana yang semakin kondusif sebagaimana arahan dan petunjuk dari Kapolri. Harus turun bersama masyarakat."

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X