Ditahan 15 Tahun oleh Majikan, TKI Asal Lampung Segera Dipulangkan

Kompas.com - 28/07/2018, 09:33 WIB
Duta Besar Andy Rachmianto bersama istri saat menjenguk Sarisih di Penampungan Sementara KBRI Amman (27/7/2018). Dok. KBRI AmmanDuta Besar Andy Rachmianto bersama istri saat menjenguk Sarisih di Penampungan Sementara KBRI Amman (27/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedutaan Besar RI di Amman akhirnya berhasil menemukan tenaga kerja Indonesia ( TKI) yang sempat ditahan oleh majikannya selama 15 tahun. TKI asal Lampung bernama Sarisih (42) itu saat ini berada di penampungan KBRI Amman.

Duta Besar RI Amman Andy Rachmianto menuturkan, pihaknya akan segera memulangkan Sarisih dan memastikan seluruh haknya terpenuhi.

“Kami akan segera pulangkan Ibu Sarisih kepada keluarganya. Tapi sebelum dipulangkan, kami akan pastikan terlebih dahulu semua hak-haknya terpenuhi," ujar Andy seperti dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri, Sabtu (28/7/2018).

Baca juga: Seorang TKI Asal Bantul Meninggal di Korea Selatan

Saat ditemui oleh Duta Besar RI dan Tim Perlindungan WNI di KBRI Amman, Sarisih mengungkapkan bahwa dirinya bekerja kepada majikan yang sama sejak tiba di Yodania pada tahun 2003.

Di awal bekerja, Sarisih hanya mendapatkan gaji sebesar 100 dollar Amerika setiap bulannya. Sarisih mengaku bahwa dirinya tidak pernah dibuatkan izin tinggal.

Dan sejak masa berlaku paspornya berakhir (2008), majikan tidak pernah mengajukan pembuatan paspor baru.

Baca juga: Bebas dari Hukuman Pancung, TKI Nurkoyah Menangis dan Peluk Ibunda

Sarisih juga mengaku bahwa majikan selalu menakut-nakuti dan mengancam dirinya setiap kali menyampaikan keinginan untuk ke KBRI. Karena itu, sejak tiba di Yordania, Sarisih tidak pernah melakukan kontak maupun berkunjung ke KBRI.

“Sejak dulu saya ingin pulang tapi ditahan majikan. Terima kasih KBRI sudah bantu saya," ucap Sarisih.

Upaya pencarian Sarisih bermula dari laporan yang diterima Presiden Joko Widodo dan sejumlah instansi dari Ferdina Nur Fitria (21), mahasiswa semester 7 UIN Raden Intan Lampung.

Baca juga: Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 24 Calon TKI Ilegal ke Malaysia

Melalui suratnya kepada Presiden Jokowi, Ferdina meminta bantuan pemerintah untuk memulangkan ibunya yang tidak pernah lagi dilihatnya sejak 15 tahun lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X