Jaga Harga Pangan Jelang Lebaran, Pemerintah Optimalkan Satgas Pangan

Kompas.com - 30/05/2018, 18:13 WIB
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam keterangan pers terkait tragedi bom di Surabaya dan Sidoarjo di Mapolda Jawa Timur, Senin (15/5/2018). dok. YouTubeKapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam keterangan pers terkait tragedi bom di Surabaya dan Sidoarjo di Mapolda Jawa Timur, Senin (15/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, dalam rapat terbatas persiapan Lebaran di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/5/2018), Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Airlangga Hartarto sudah memastikan stok bahan pangan terjaga jelang Lebaran.

Polri pun tinggal memperketat pemantauan terhadap jalur distribusi ke konsumen untuk menghindari praktik permainan harga oleh kartel.

"Tinggal kami jaga rantai distribusinya. Karena itu dari Polri, kementerian terkait, KPPU, dan Bulog membentuk Satgas Pangan terkait tugas itu," ujar Tito di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu siang.

Baca juga: Polri Minta Satgas Pangan Daerah Aktif Cek Gudang Barang saat Ramadhan

Satgas Pangan ini sebenarnya bukan barang baru. Polri dan stakeholder terkait sudah membentuk Satgas Pangan sebelumnya.

Selama ini, Satgas Pangan tersebut pun sudah bekerja maksimal dalam menjaga mata rantai distribusi bahan pangan.

"Kami sudah bekerja. Sampai bulan Maret 2018, kami sudah melakukan operasi penegakan hukum sebanyak 421 kasus dengan 397 orang ditetapkan sebagai tersangka. Ada yang kasus penimbunan, monopoli, dan sebagainya," ujar Tito.

"Sebagian besar, kasusnya sudah diajukan (ke tahap penuntutan). Ini untuk memberikan efek jera kepada para pemain, mafia pangan dan sebagainya," kata dia.

Tito melanjutkan, salah satu modus yang diwaspadai Polri adalah penimbunan. Sebab, hal itu sangat cepat menimbulkan gejolak harga di pasaran.

"Karena penimbunan, bisa membuat kenaikan harga cepat, dan ini membebani masyarakat. Padahal suplainya cukup. Maka kami ingatkan sekali lagi kepada pelaku di pasar, silahkan lakukan sesuai aturan. Yang main-main, melakukan pelanggaran hukum, akan ditindak tegas," kata Tito.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X