Wiranto: Rusia Tawarkan Banyak Alutsista Canggih ke Indonesia

Kompas.com - 02/03/2018, 17:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat ditemui di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017). KOMPAS.com/Kristian Erdianto Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat ditemui di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (31/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan melaporkan pertemuan dengan Sekretariat Dewan Keamanan Rusia kepada Presiden Joko Widodo.

Wiranto mengatakan, dalam pertemuan dengan Sekretariat Dewan Keamanan Rusia, banyak hal yang dibicarakan. Salah satunya terkait alat utama sistem persenjataan (alutsista).

"Kami bicarakan alutsista juga. Rusia juga menawarkan banyak sekali alutsista yang canggih-canggih dan siap untuk bisa digunakan di Indonesia dengan cara dibeli," ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Salah satu alutsista yang ditawarkan, yakni pesawat tempur Sukhoi.

 

Baca juga : Deal, Pemerintah Barter Komoditas dengan Pesawat Tempur Sukhoi)

Sukhoi Su-24   PHOTO REUTERS Sukhoi Su-24
Seperti diketahui, belum lama ini RI-Rusia menandatangani kesepakatan terkait imbal beli atau barter pesawat tempur Sukhoi dengan komoditas Indonesia.

Harga pembelian 11 Sukhoi Su-35 dari Rusia mencapai 1,14 milar dollar AS atau Rp 15,3 triliun dengan kurs 1 dollar AS sama dengan Rp 13.500.

Nantinya, setengah harga pembelian pesawat tempur Sukhoi itu akan dilakukan dengan skema imbal beli komoditas Indonesia.

(Baca juga : Mendag Tak Akan Barter Sukhoi dengan Komoditas Mentah)

Kementerian Perdagangan menyatakan, Indonesia sudah menyiapkan komoditas ke Rusia senilai 570 juta dollar AS atau Rp 7,69 triliun.

Saat ditanya kapan realisasi Sukhoi itu akan tiba di Indonesia, Wiranto mengatakan, prosesnya akan bertahap.

"Dipesen dulu baru dibikin. Bukan kayak beli kue langsung beli, lalu makan," kata dia.

Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-4 RI-Rusia digelar pada 1 Maret 2018. Dalam pertemuan tersebut, Wiranto sebagai Ketua Delegasi Indonesia.

Sedangkan dari Delegasi Rusia dipimpin oleh Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Y.M. Nikolay Patrushev.

FKB membicarakan beberapa isu mulai dari kerja sama bidang penegakan hukum, kerja sama teknis militer, keamanan siber, pemberantasan pendanaan terorisme, penguatan kerja sama penanggulangan terorisme, hingga alutsista.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Nasional
Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Nasional
Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Nasional
Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Nasional
Kode 'B1' dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Kode "B1" dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Nasional
TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

Nasional
Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional

Close Ads X