Indonesia dan ASEAN, Melihat Ketidakpastian Hubungan Internasional

Kompas.com - 19/02/2018, 11:42 WIB
Buk karya Baginda Pakpahan berjudul Indonesia, ASEAN, & Ketidakpastian Hubungan Internasional. Kompas.idBuk karya Baginda Pakpahan berjudul Indonesia, ASEAN, & Ketidakpastian Hubungan Internasional.

SIANG kemarin (Kamis, 8/2/2018) di perpustakaan Litbang Kompas, dilangsungkan peluncuran dan bedah buku tentang hubungan internasional berjudul Indonesia, ASEAN, & Ketidakpastian Hubungan Internasional (Penerbit Buku Kompas, 2018).

Penulis buku ini adalah seorang analis politik dan ekonomi khususnya dalam kaitan yang berhubungan erat dengan masalah hubungan internasional yang sudah banyak dikenal, Beginda Pakpahan, PhD, guru besar Universitas Indonesia.

Pakpahan meraih PhD dalam bidang Politik dan Hubungan Internasional di University of Edinburgh, United Kingdom.

Bedah buku yang berlangsung sangat efektif dan efisien karena dilangsungkan di tengah-tengah rak buku perpustakaan Litbang Kompas dengan dihadiri kalangan yang sangat terbatas dari para kalangan peminat dan pemerhati masalah hubungan internasional.

Juru bedah buku adalah seorang analis dari CSIS dan dipandu oleh moderator yang sangat menguasai materi tentang hubungan internasional. Di samping Guru Besar dan mantan Duta Besar, hadir pula beberapa orang yang menaruh minat pada permasalahan hubungan internasional.

Diskusi dalam bedah buku ini menjadi menarik, karena banyak dibahas tentang eksistensi ASEAN sebagai sebuah organisasi regional yang sudah cukup lama berdiri.

Menarik karena di samping bahasan diskusi banyak membahas bagaimana isu nasionalisme versus regionalisme dan atau globalisme yang kini berada di tengah persimpangan jalan. Pembicaraan juga mempertanyakan sampai sejauh mana manfaat ASEAN bagi Indonesia atau bagi masyarakat Indonesia sebagai individu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada titik ini, maka saya teringat lagi dengan apa yang pernah dinyatakan oleh Perdana Menteri Australia pada saat memberi kata pengantar dalam publikasi Buku Putih Australia ditahun 2012 yang lalu dalam menghadapi abadnya Asia. Kutipannya adalah sebagai berikut:

Asia’s rise is changing the world. This is a defining feature of the 21st century – the Asian Century. These developments have profound implications for people everywhere. Asia’s extraordinary ascent has already changed the Australian economy, society and strategic environment. The scale and pace of the change still to come mean Australia is entering a truly transformative period in our history.

Within only a few years, Asia will not only be the world’s largest producer of goods and services, it will also be the world’s largest consumer of them. It is already the most populous region in the world. In the future, it will also be home to the majority of the world’s middle class.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saksi Sebut Stepanus Robin Minta Uang Suap Ditransfer dengan Keterangan Bisnis Konfeksi

Saksi Sebut Stepanus Robin Minta Uang Suap Ditransfer dengan Keterangan Bisnis Konfeksi

Nasional
Menkes Sebut Banyak Kontak Erat Takut Dites Covid-19

Menkes Sebut Banyak Kontak Erat Takut Dites Covid-19

Nasional
Perkuat Pelacakan Kasus Covid-19, Kemenkes Gunakan Survei Seroprevalensi

Perkuat Pelacakan Kasus Covid-19, Kemenkes Gunakan Survei Seroprevalensi

Nasional
Pengembalian Aset Dinilai Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

Pengembalian Aset Dinilai Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

Nasional
Calon Hakim Agung Prim Haryadi Nilai Tak Ada Salahnya Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor

Calon Hakim Agung Prim Haryadi Nilai Tak Ada Salahnya Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor

Nasional
Duduk Perkara Pembunuhan dan Penganiayaan Nakes di Papua...

Duduk Perkara Pembunuhan dan Penganiayaan Nakes di Papua...

Nasional
Menkes Sebut Testing Covid-19 Capai 4 Kali Lipat dari Standar WHO

Menkes Sebut Testing Covid-19 Capai 4 Kali Lipat dari Standar WHO

Nasional
Dewas Dinilai Punya Tanggung Jawab Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara Pidana

Dewas Dinilai Punya Tanggung Jawab Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara Pidana

Nasional
Batasi Kedatangan ke RI, Luhut: Jalur Laut hanya via Batam dan Tanjung Pinang

Batasi Kedatangan ke RI, Luhut: Jalur Laut hanya via Batam dan Tanjung Pinang

Nasional
Menkes Sebut PeduliLindungi Sudah Diakses Lebih dari 50 Juta Kali dalam Sehari

Menkes Sebut PeduliLindungi Sudah Diakses Lebih dari 50 Juta Kali dalam Sehari

Nasional
Angka Kesembuhan Covid-19 di Luar Jawa Bali Dekati Rata-rata Nasional, Kematian Lebih Rendah

Angka Kesembuhan Covid-19 di Luar Jawa Bali Dekati Rata-rata Nasional, Kematian Lebih Rendah

Nasional
Mertua SBY, Ibu Ageng, Dimakamkan di Purworejo Selasa Besok

Mertua SBY, Ibu Ageng, Dimakamkan di Purworejo Selasa Besok

Nasional
Cegah Gelombang Baru Covid-19, Luhut: Kasus Positif Disarankan Sekitar 2.700-3.000 Per Hari

Cegah Gelombang Baru Covid-19, Luhut: Kasus Positif Disarankan Sekitar 2.700-3.000 Per Hari

Nasional
Luhut Sebut Jumlah Tracing Covid-19 di Jawa-Bali Meningkat

Luhut Sebut Jumlah Tracing Covid-19 di Jawa-Bali Meningkat

Nasional
Mertua SBY Wafat, AHY: Ibu Ageng Sosok Ibu dan Eyang Panutan

Mertua SBY Wafat, AHY: Ibu Ageng Sosok Ibu dan Eyang Panutan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.