Kompas.com - 06/01/2018, 17:19 WIB
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengkritik Presiden Jokowi yang mengenakan sepatu kets dan kaus lengan panjang saat meresmikan kereta bandara.

Awalnya ia menyinggung Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno yang hadir dalam suatu acara peresmian dengan mengenakan sepatu kets dan mendapat kritikan.

Ia lantas menyinggung Jokowi yang memakai busana yang tidak formal dalam beberapa acara peresmian, salah satunya saat peresmian kereta bandara.

Ia menganggap, apa yang dilakukan Jokowi tidak layak lantaran itu merupakan acara resmi yang dihadiri sejumlah pejabat negara.

"Dan kadang tidak fairnya itu persepsi itu bisa dibangun. Misalnya Pak Wakil Gubernur DKI Jakarta sekarang pernah meresmikan suatu acara dengan sepatu kets. Media nasional memberitakan tidak pas," kata Roy dalam sebuah diskusi di Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/1/2018).

(Baca juga : Pakai Kaus dan Sepatu Kets, Jokowi Resmikan Kereta Bandara)

Presiden Joko Widodo bersama rombongan saat meresmikan layanan KA Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (2/1/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Presiden Joko Widodo bersama rombongan saat meresmikan layanan KA Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (2/1/2018).

Menurut Roy, dalam setiap acara tentunya sudah ada aturan terkait apapun termasuk baju resmi yang dikenakan dan itu harus dipatuhi semua pihak.

Karena itu ia meminta semua pihak menaati aturan yang berlaku.

"Karena kan peresmian. Kalau namanya pentidakresmian kereta bandara, mungkin itu tidak resmi. Lha namanya peresmian. Jelas. Di situ dress code jelas, batik lengan panjang," lanjut Roy.

Presiden Joko Widodo meresmikan kereta api Bandara Soekarno-Hatta. Jokowi tiba di Integrated Building Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pukul 09.00, Selasa (2/12/2018).

Jokowi tampil santai dengan mengenakan kaus merah lengan panjang, celana hitam, dan sepatu kets warna merah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiba di Tanah Suci, Menag Minta Jemaah Haji Jaga Kesehatan Jelang Wukuf

Tiba di Tanah Suci, Menag Minta Jemaah Haji Jaga Kesehatan Jelang Wukuf

Nasional
Bertambah 34, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Kini Rawat 202 Pasien Covid-19

Bertambah 34, RSDC Wisma Atlet Kemayoran Kini Rawat 202 Pasien Covid-19

Nasional
Litbang Kompas: Lebih dari 60 Persen Responden Nilai Polri Sudah Baik Jalankan Tugas

Litbang Kompas: Lebih dari 60 Persen Responden Nilai Polri Sudah Baik Jalankan Tugas

Nasional
Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Cansino Haram, karena Pakai Ginjal Embrio Bayi Manusia

Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Cansino Haram, karena Pakai Ginjal Embrio Bayi Manusia

Nasional
Litbang Kompas: 58,3 Persen Responden Nilai Polri Sudah Sesuai Presisi

Litbang Kompas: 58,3 Persen Responden Nilai Polri Sudah Sesuai Presisi

Nasional
Soal Menpan-RB Pengganti Tjahjo, Mahfud: Pasti Sudah di Kantong Pak Jokowi

Soal Menpan-RB Pengganti Tjahjo, Mahfud: Pasti Sudah di Kantong Pak Jokowi

Nasional
Tanda Tanya Capres PDI-P: antara Kalkulasi dan Strategi Megawati

Tanda Tanya Capres PDI-P: antara Kalkulasi dan Strategi Megawati

Nasional
Wakasal Jadi Warga Kehormatan Keraton Sumenep, Bergelar “Witjaksono Noto Segoro”

Wakasal Jadi Warga Kehormatan Keraton Sumenep, Bergelar “Witjaksono Noto Segoro”

Nasional
Dewas KPK: Sidang Etik Lili Pintauli Digelar Tertutup, Putusannya Terbuka

Dewas KPK: Sidang Etik Lili Pintauli Digelar Tertutup, Putusannya Terbuka

Nasional
KPK Bantah Novel soal Diperingatkan Firli Saat Usut Kasus Edhy Prabowo

KPK Bantah Novel soal Diperingatkan Firli Saat Usut Kasus Edhy Prabowo

Nasional
Prabowo Sebut Tentara hingga Intelijen Unggul Aspek Penting Ketahanan Nasional

Prabowo Sebut Tentara hingga Intelijen Unggul Aspek Penting Ketahanan Nasional

Nasional
Kala Susi Pudjiastuti Realistis Saat Didorong Maju Capres

Kala Susi Pudjiastuti Realistis Saat Didorong Maju Capres

Nasional
Novel Baswedan Mengaku Pernah Diminta Firli Tak Telalu Menyerang Saat Usut Edhy Prabowo

Novel Baswedan Mengaku Pernah Diminta Firli Tak Telalu Menyerang Saat Usut Edhy Prabowo

Nasional
Eks Dubes RI Nilai Lawatan Jokowi ke Rusia Bisa Lepas Blokade Ekonomi

Eks Dubes RI Nilai Lawatan Jokowi ke Rusia Bisa Lepas Blokade Ekonomi

Nasional
Kini Masker Harus Dipakai Lagi di Ruang Terbuka

Kini Masker Harus Dipakai Lagi di Ruang Terbuka

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.