ICW: Era Jokowi, Korupsi Tetap Banyak dari Hulu sampai Hilir

Kompas.com - 27/12/2017, 16:35 WIB
Boneka didandani koruptor dimasukkan dalam jeruji besi proyek jalan yang terbengkalai di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (13/12). Kritikan terhadap pelaku koruptor terus disuarakan oleh aktivis untuk mendorong tindakan lebih tegas dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum lainnya.KOMPAS / AGUS SUSANTO Boneka didandani koruptor dimasukkan dalam jeruji besi proyek jalan yang terbengkalai di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (13/12). Kritikan terhadap pelaku koruptor terus disuarakan oleh aktivis untuk mendorong tindakan lebih tegas dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum lainnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan menyebut bahwa kasus korupsi di dalam negeri tetap banyak terjadi.

Pihaknya belum puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo dalam pemberantasan korupsi.

"Ya, kalau kami sih masih belum puas. Kasus korupsi masih tetap banyak dari hulu sampai hilir," kata Ade di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Rabu (27/12/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Rabu (27/12/2017).
Menurut Ade, korupsi di Tanah Air masih terjadi lantaran kurang tegasnya Jokowi.

"Pemberantasan korupsi masih lebih ditekankan pada sisi hilir bukan pada sisi hulu," kata Ade.

Ade berharap, kinerja Jokowi akan pemberantasan korupsi dapat diperbaiki.

Apalagi, jika Jokowi terpilih untuk kedua kali sebagai Presiden dalam Pilpres 2019.

Caranya, dengan memanfaatkan dukungan partai politik kepada mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Jokowi tidak bisa memaksimalkan partai pendukung untuk kepentingan penguatan dan pemberantasan korupsi. Tapi justru malah tersandera oleh partai pendukungnya. Saya kira hal-hal itu yang membuat kami masih belum puas," kata dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorSandro Gatra
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X