Kompas.com - 20/11/2017, 17:52 WIB
Menkominfo Rudiantara di acara Digital Economic Briefing 2017?, di Kantor Indosat Ooredoo, Jakarta, Kamis (16/11/2017).
Fatimah Kartini Bohang/KOMPAS.comMenkominfo Rudiantara di acara Digital Economic Briefing 2017?, di Kantor Indosat Ooredoo, Jakarta, Kamis (16/11/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menganggap meme satir yang viral di media sosial sebagai bentuk kebebasan berekspresi, termasuk meme yang menampilkan Ketua DPR RI Setya Novanto saat terbaring sakit.

Menurut dia, semestinya hal tersebut tidak ditanggapi berlebihan.

"Kalau menurut saya itu ekspresi dari masyarakat. Tapi jangan berlebihan, kita manusia. Jadi jangan berlebihan," ujar Rudiantara di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Diketahui, Novanto melalui pengacaranya melaporkan 32 akun media sosial yang mengunggah meme dengan foto Novanto. Salah satunya yakni pemilik akun @dazzlingdyann yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga : Pengacara Laporkan Pembuat Meme Kecelakaan Novanto

Rudiantara mengakui konten berupa meme satir di media sosial sulit dibendung.

"Itu ekspresi dari perasaan masyarakat. Terus mau saya larang?" kata Rudiantara.

Rudiantara mengatakan, penyebaran konten semacam itu tidak mengandung unsur pidana. Kalaupun dianggap mencemarkan nama baik, ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

"Jadi tidak bisa langsung orang ditahan," kata Rudiantara.

Baca juga : Tak Hanya Meme, Tragedi Tiang Listrik jadi Lagu hingga Game

Polisi menangkap penyebar meme wajah Setya Novanto saat mengenakan masker alat bantu tidur (continuous positive airway pressure) di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta. Polisi saat ini masih memburu pembuat dan penyebar meme Setya Novanto lainnya.

Meme Setya Novanto beredar di media sosial setelah putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membebaskan Novanto dari penetapan tersangka oleh KPK. Novanto sempat terjerat kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Saat ini, Novanto telah ditetapkan kembali sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan KPK.

Kompas TV Setelah penahanan ketua umumnya, kini Partai Golkar belum menentukan sikap apakah mengganti ketua umum atau menunjuk pelaksana tugas
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.