Kompas.com - 07/09/2017, 10:19 WIB
Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memberikan pengarahan dalam Musyawarah Kerja Nasional PKB di Hotel Hilton, Jakarta, Minggu (25/4/2004). Gus Dur mengatakan, dirinya tidak akan ikut dalam pemilihan presiden dan tidak akan ikut mendukung capres lain bila Mahkamah Agung tidak mengeluarkan fatwa sehubungan dengan permohonan PKB agar MA mencabut SK KPU tentang uji kesehatan capres yang dinilai diskriminatif. KOMPAS/AGUS SUSANTOKetua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memberikan pengarahan dalam Musyawarah Kerja Nasional PKB di Hotel Hilton, Jakarta, Minggu (25/4/2004). Gus Dur mengatakan, dirinya tidak akan ikut dalam pemilihan presiden dan tidak akan ikut mendukung capres lain bila Mahkamah Agung tidak mengeluarkan fatwa sehubungan dengan permohonan PKB agar MA mencabut SK KPU tentang uji kesehatan capres yang dinilai diskriminatif.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Almarhum Presiden Keempat RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bisa dibilang seorang putra mahkota. Ia merupakan cucu dari Hadraratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari, pendiri salah satu ormas keagamaan besar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).

Kendati demikian kehidupan Gus Dur jauh dari bayangan seorang putra mahkota pemimpin sejuta umat.

KH Mustofa Bisri alias Gus Mus, sebagai seorang sahabat, bertutur soal laku hidup sederhana Gus Dur dalam buku berjudul "Gus Dur dalam Obrolan Gus Mus" yang ditulis KH Husein Muhammad.

Gus Mus menyebut Gus Dur pernah jadi "gelandangan" ketika tiba untuk mengadu nasib di Jakarta.

"Lho kok saya tahu? Ya karena saya juga gelandangan. He-he-he. Kalau saya ke Jakarta mesti ke tempat beliau (Gus Dur). Waktu itu Gus Dur masih mengontrak ke sana mengontrak ke sini. Wah, enggak karuan. Dari sini pindah ke sana. Kaya kucing saja. Ha-ha-ha," canda Gus Mus dalam buku tersebut.

(Baca: Selamat Ulang Tahun, Gus Dur!)

Gus Mus lalu menyampaikan pengalamannya menjadi gelandangan bersama Gus Dur di Mesir, Irak, Belanda, Jerman, Perancis, hingga kembali ke tanah air dan menjadi Ketua Umum Pengurus Besar NU serta menjadi Presiden keempat RI.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semasa menjadi "gelandangan" bersama, Gus Mus bahkan tak pernah melihat Gus Dur memegangi dompet karena memang tak punya. Ia bahkan telah mengkonfirmasi ihwal hal tersebut kepada istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid.

Kabar Gus Dur yang tak punya dompet itu pun dibenarkan. Para tamu yang menghadiri tahlilan 1.000 hari Gus Dur pun tertawa mendengar cerita Gus Mus.

Gus Mus melanjutkan, Gus Dur sering tak punya uang karena saat memilikinya ia langsung membagikannya kepada yang membutuhkan. Gus Dur seperti tak membutuhkannya, saat ditipu orang, ia diam meskipun mengetahui.

(Baca: Gara-gara Gus Dur, Gus Mus Jadi Penyair...)

Dalam buku tersebut, diceritakan pula saat Gus Dur dan keluarga bersusah payah bertahan hidup di Jakarta. Istrinya, Sinta Nurwahid, setiap malam harus membungkusi kacang dan es yang akan dijajakan esok pagi.

Sementara itu, Gus Dur membantu pekerjaan rumah lain seperti mencuci popok anaknya, memasak nasi, dan membersihkan rumah.

"Gus Dur adalah seorang bersahaja, nerimo, dan tulus. Hidupnya dipertaruhkan sepenuhnya untuk mendampingi dan membel orang-orang yang lemah, untuk kemanusiaan. Hatinya tak tergantung kepada manusia, melainkan kepada Allah SWT," lanjut Gus Mus.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

Nasional
Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

Nasional
Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

Nasional
Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran 'Begal Politik'

Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran "Begal Politik"

Nasional
KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

Nasional
Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

Nasional
Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

Nasional
Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

Nasional
Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

Nasional
Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

Nasional
Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

Nasional
Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Nasional
PBB, Berkarya, dan Perindo Ajukan Uji Materi Pasal tentang Verifikasi Parpol UU Pemilu ke MK

PBB, Berkarya, dan Perindo Ajukan Uji Materi Pasal tentang Verifikasi Parpol UU Pemilu ke MK

Nasional
Laporan Luhut terhadap Fatia dan Haris Azhar Dinilai Berkebalikan dengan Pernyataan Jokowi

Laporan Luhut terhadap Fatia dan Haris Azhar Dinilai Berkebalikan dengan Pernyataan Jokowi

Nasional
Polri Dalami Dugaan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, 18 Saksi Diperiksa

Polri Dalami Dugaan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, 18 Saksi Diperiksa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.