Kompas.com - 31/08/2017, 01:32 WIB
Bakal Calon (balon) Walikota Tegal, Siti Masitha (ketiga kanan) bersama bakal calon Walikota, Amir Mirzha (kedua kanan) berjalan usai pengambilan berkas formulir pendaftaran di DPD Partai Golkar di Tegal, Jawa Tengah, Rabu (9/8/2017). Siti Masitha yang juga Walikota Tegal bersama Amir Mirzha, yang didukung partai Golkar, Nasdem, Hanura, Gerindra dan PPP, mengambil berkas formulir pendaftaran untuk maju pada Pilkada Kota Tegal Juli 2018. Antara Foto/Oky LukmansyahBakal Calon (balon) Walikota Tegal, Siti Masitha (ketiga kanan) bersama bakal calon Walikota, Amir Mirzha (kedua kanan) berjalan usai pengambilan berkas formulir pendaftaran di DPD Partai Golkar di Tegal, Jawa Tengah, Rabu (9/8/2017). Siti Masitha yang juga Walikota Tegal bersama Amir Mirzha, yang didukung partai Golkar, Nasdem, Hanura, Gerindra dan PPP, mengambil berkas formulir pendaftaran untuk maju pada Pilkada Kota Tegal Juli 2018.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Nasdem telah memecat Amir Mirza Hutagalung dari keanggotaan partai. Amir Mirza turut terkena operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi bersama dengan Wali Kota Tegal Siti Masitha.

"Terkait dengan Amir Mirza, maka hari ini dia sudah dipecat oleh DPP," kata Ketua DPP Partai Nasdem Johnny G Plate saat dihubungi, Rabu (30/8/2017).

Johnny menegaskan partainya tak mennoleransi semua tindak pidana korupsi mulai dari tingkat pusat hingga ranting, termasuk kader yang duduk di legislatif maupun eksekutif.

Terlebih, Amir disebut menjadi salah satu pihak yang ikut dijaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Sanksi tegas tetap dijatuhkan meski masih ada asas praduga tak bersalah.

"Karena ini OTT, maka kami merasa ini cukup jelas buktinya oleh KPK. Sehingga kami tidak menunggu proses hukum tapi langsung mengambil keputusan," tuturnya.

(Baca: Siapa Amir Mirza Hutagalung yang Disebut-sebut Wali Kota Tegal?)

Anggota Komisi XI DPR itu menambahkan, kasus ini sekaligus peringatan bagi seluruh kader Partai Nasdem untuk menjauhi semua langkah yang mengarah pada tindak pidana korupsi.

"Siapapun juga, itu akan segera diberhentikan," tutur Johnny.

Sebelumnya, saat keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye, Siti Masitha mengatakan, dirinya hanya korban dari seseorang bernama Amir Mirza Hutagalung.

"Saya korban Amir Mirza Hutagalung," ujar Siti di gedung KPK, Jakarta, Rabu. Amir diketahui sebagai Ketua Partai Nasdem Kabupaten Brebes. Pria yang kerap disebut sebagai teman dekat Siti itu juga dijaring KPK pada hari yang sama.

Kompas TV Terbukti Berzina, Anggota DPRD Ini Terancam Dicopot
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjanjian Ekstradisi Diteken, Koruptor hingga Teroris Tak Lagi Bisa Bersembunyi di Singapura

Perjanjian Ekstradisi Diteken, Koruptor hingga Teroris Tak Lagi Bisa Bersembunyi di Singapura

Nasional
Jokowi: Kita Harapkan Vaksinasi Booster Mencegah Penyebaran Varian Omicron

Jokowi: Kita Harapkan Vaksinasi Booster Mencegah Penyebaran Varian Omicron

Nasional
Ma'ruf Amin Sebut MUI Ujung Tombak Indonesia Jadi Pusat Industri Halal

Ma'ruf Amin Sebut MUI Ujung Tombak Indonesia Jadi Pusat Industri Halal

Nasional
Berhasil Diambil Alih di Era Jokowi, Begini Awal Mula Ruang Udara RI Dikuasai Singapura

Berhasil Diambil Alih di Era Jokowi, Begini Awal Mula Ruang Udara RI Dikuasai Singapura

Nasional
Pernyataan Bupati Langkat Soal Kerangkeng untuk Rehabilitasi Dimentahkan BNN

Pernyataan Bupati Langkat Soal Kerangkeng untuk Rehabilitasi Dimentahkan BNN

Nasional
Sejarah FIR Indonesia Dikuasai Singapura sejak Era Kemerdekaan dan Kini Diambil Alih

Sejarah FIR Indonesia Dikuasai Singapura sejak Era Kemerdekaan dan Kini Diambil Alih

Nasional
Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Nasional
Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Nasional
PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

Nasional
KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Nasional
V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

Nasional
KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

Nasional
Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Nasional
KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

Nasional
Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.