Mengapa Pemeriksaan di Bandara Menjengkelkan?

Kompas.com - 07/07/2017, 09:55 WIB
Suasana di check point Bandara Sam Ratulangi, Manado, Kamis (6/7/2017). KOMPAS.com/Ronny Adolof BuolSuasana di check point Bandara Sam Ratulangi, Manado, Kamis (6/7/2017).
EditorHeru Margianto

Kini tengah hangat diberitakan tentang ibu-ibu, konon isteri pejabat, yang menempeleng petugas di bandara saat melewati pemeriksaan masuk terminal keberangkatan pesawat.

Hanya berselang beberapa saat saja, ponsel saya "hang" dengan demikian banyak masuk "call", dan juga WA (whatsapp) yang ingin mendengar komentar saya tentang hal tersebut.

Hal yang biasa, selama lebih dari 10 tahun belakangan ini bila ada kejadian apapun di dunia penerbangan, terlebih bila terjadi kecelakaan, maka saya "sepertinya" dikirimi berita sms (short message service) dan atau WA pada menit-menit pertama.

Diikuti kemudian dengan bertubi-tubi pertanyaan berkait dengan hal tersebut.

Baca: Tak Terima Diminta Copot Jam Tangan, Ibu Ini Tampar Petugas Bandara

Belakangan ini sudah agak banyak orang lain yang telah memiliki kepedulian terhadap dunia penerbangan kita.

Jadi saya pikir cukup saya memonitor saja dan memberikan saran langsung kepada teman-teman yang memiliki kompetensi untuk sekadar berkontribusi dalam paket pemecahan masalah kita bersama.

Saya merasa sudah cukup berbagi dalam dunia penerbangan kita selama ini. Bila ada yang penting saja saya menghubungi teman-teman yang bergelut didunia aviasi yang kita cintai ini.

Kembali pada kejadian yang dialami petugas Aviation Security Bandara pada hari kemarin itu, karena saya tidak memiliki data yang lengkap tentang kejadiannya, agak sulit juga saya untuk dapat memberikan komentar.

Dalam kesempatan ini saya tergerak untuk sekadar berbagi pada semua pihak yang telah menghubungi untuk memperoleh tanggapan saya tentang kejadian tersebut.

Disiplin tanpa syarat

Dunia penerbangan adalah sebuah lingkungan yang sangat erat berhubungan dengan produk dari teknologi mutakhir.

Hal itu menyebabkan semua orang yang bergiat dalam lingkungan yang "hi-tech" dituntut untuk memiliki disiplin yang tinggi terlebih dahulu.

Disiplin dibutuhkan dengan tanpa syarat. Kenapa? Karena semua yang berhubungan dengan teknologi terutama teknologi mutakhir harus secara ketat mengikuti aturan main yang memagarinya dengan sangat ketat.

Diabaikan sedikit saja aturan, ketentuan, regulasi, prosedur dan atau tatacara dalam beraktivitas, maka itu berarti membuka pintu untuk terjadinya kecelakaan.

Itu pula sebabnya dalam dunia penerbangan dikenal sebagai dunia yang diawasi dengan ketat oleh para inspektor penerbangan.

THINGSTOCK/ANYABERKUT Ilustrasi.

Demi keselamatan

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 27 November: Ada 68.604 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 27 November: Ada 68.604 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 27 November: Ada 67.836 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 27 November: Ada 67.836 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
PMI: Tak Ada Penularan Covid-19 lewat Darah, Masyarakat Tetap Bisa Donor Darah

PMI: Tak Ada Penularan Covid-19 lewat Darah, Masyarakat Tetap Bisa Donor Darah

Nasional
UPDATE: 169 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE: 169 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
Pengamanan Natal dan Tahun baru 2021, Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Pengamanan Natal dan Tahun baru 2021, Korlantas Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Nasional
UPDATE 27 November: Ada 437.456 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE 27 November: Ada 437.456 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
PMI: Indonesia Sempat Kekurangan Pasokan Darah 70 Persen Saat Awal Pandemi

PMI: Indonesia Sempat Kekurangan Pasokan Darah 70 Persen Saat Awal Pandemi

Nasional
UPDATE 27 November: 5.828 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

UPDATE 27 November: 5.828 Kasus Baru Covid-19, Indonesia Kembali Catatkan Rekor

Nasional
UPDATE: Rekor 5.828 Kasus Baru, Total Ada 522.581 Kasus Covid-19 RI

UPDATE: Rekor 5.828 Kasus Baru, Total Ada 522.581 Kasus Covid-19 RI

Nasional
Indonesia Ajak Menteri dan Pejabat ASEAN Kerja Sama Atasi Pandemi

Indonesia Ajak Menteri dan Pejabat ASEAN Kerja Sama Atasi Pandemi

Nasional
Pemerintah Upayakan Ketersediaan Bus Indonesia di Arab Saudi untuk Layani Jemaah Haji dan Umrah

Pemerintah Upayakan Ketersediaan Bus Indonesia di Arab Saudi untuk Layani Jemaah Haji dan Umrah

Nasional
Angka Kematian Covid-19 di Jateng Beda hingga 1.000 Orang, Ini Penjelasan Satgas

Angka Kematian Covid-19 di Jateng Beda hingga 1.000 Orang, Ini Penjelasan Satgas

Nasional
Rapat Pengambilan Keputusan Prolegnas Prioritas 2021 Kembali Ditunda

Rapat Pengambilan Keputusan Prolegnas Prioritas 2021 Kembali Ditunda

Nasional
Komnas Perempuan Desak DPR Masukan RUU PKS ke Prolegnas 2021

Komnas Perempuan Desak DPR Masukan RUU PKS ke Prolegnas 2021

Nasional
Mencuat Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster, KKP Dinilai Lupakan Program Prioritas Lain

Mencuat Kasus Dugaan Suap Ekspor Benih Lobster, KKP Dinilai Lupakan Program Prioritas Lain

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X