Kata Mendikbud, Aktivitas 8 Jam Belajar Bisa Dilakukan di Luar Sekolah

Kompas.com - 13/06/2017, 14:37 WIB
Rakhmat Nur Hakim/Kompas.com Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, proses 8 jam belajar di sekolah tak akan selalu dilakukan di kelas.

Ia menyebutkan, membantu orangtua di sawah dan berdagang di toko termasuk dalam penilaian program 8 jam belajar di sekolah.

"Justru membantu orangtua itu nanti menjadi bagian dari penilaian kami tentang pembentukan karakter yang bersangakutan," ujar Muhadjir, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Meski membantu orang tua merupakan aktivitas luar sekolah, hal itu tetap menjadi tanggung jawab guru.

Proses belajar bisa dilakukan di dalam mauupun luar sekolah.

Baca: Belajar 8 Jam Sehari Tak Cocok untuk Semua Sekolah, Ini Alasannya!

Menurut Muhadjir, guru, orangtua siswa, dan masyarakat, menjadi tiga bagian penting yang membentuk karakter peserta didik. 

Gguru juga bertugas sebagai katalisator untuk mempercepat siswa menemukan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

"Siapa tahu kalau kecilnya sudah sering membantu orangtua, besarnya nanti jadi pengusaha besar. Dan itu guru sudah membibit sejak dini dan memberikan arahan itu. Oh kamu ternyata nanti berbakat menjadi konglomerat. Ternyata anaknya lebih suka bisnis misalnya," papar Muhadjir.

"Kalau sudah seperti itu, maka bisa diarahkan nanti sejak dini. Jadi menggali bakat talenta sejak dini itu sangat bagus," lanjut mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.



EditorInggried Dwi Wedhaswary
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Fakta Sidang Kasus Seleksi Jabatan Kemenag, Tas Berisi Rp 250 Juta hingga Sumber Uang Menag Lukman

Fakta Sidang Kasus Seleksi Jabatan Kemenag, Tas Berisi Rp 250 Juta hingga Sumber Uang Menag Lukman

Nasional
Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Jaksa Anggap Romahumuziy Terlalu Terlibat Teknis Seleksi Jabatan di Kemenag

Nasional
Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Tim Hukum Anggap Polemik Status Cawapres Ma'ruf Amin Sudah Selesai

Nasional
Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Jaksa Heran Romahurmuziy Tak Segera Laporkan Penerimaan Uang Rp 250 Juta ke KPK

Nasional
Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Menag Tak Tahu soal Anggapan Pasang Badan Perjuangkan Haris Hasanuddin

Nasional
Kode 'B1' dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Kode "B1" dari Romahurmuziy untuk Menteri Agama Lukman Hakim...

Nasional
TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

TKN: Bisa Jadi yang Masih Demo di MK Hanya Cari Panggung Politik

Nasional
Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional

Close Ads X