Kompas.com - 05/06/2017, 22:34 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengakui pihaknya kesulitan untuk mencari penyebar percakapan WhatsApp berkonten pornografi antara pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab dan Firza Husein.

"Dunia maya kan besar sekali," kata Iriawan usai menghadiri buka puasa bersama di rumah Ketua DPR Setya Novanto, di Jakarta, Senin (5/6/2017).

Namun, Iriawan memastikan jajarannya akan terus berupaya untuk menemukan pihak yang bertanggung jawab dalam menyebar chat WhatsApp itu ke dunia maya.

Saat ini, pihak kepolisian masih meminta keterangan dari sejumlah ahli. Ia pun meminta pendukung Rizieq yang meminta polisi segera mengungkap penyebar chat WhatsApp ini untuk bersabar.

"Tidak semua tindak pidana terungkap dengan cepat," ucap Iriawan.

Iriawan pun menegaskan, terlepas dari siapa penyebar chat WhatsApp ini, namun saat ini Rizieq sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Bahkan Rizieq sudah menjadi daftar pencarian orang atau buron.

Oleh karena itu, Iriawan menghimbau agar Rizieq yang saat ini tengah berada di Arab Saudi untuk segera kembali ke Indonesia.

"Lebih baik dihadapi, gentle, jelaskan apa adanya nanti di persidangan," ucap Iriawan.

Dalam kasus ini, Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. 

Adapun Firza dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. 

(Baca juga: Jalan Panjang Polisi untuk Pulangkan Rizieq Shihab Pasca Pengajuan "Red Notice")

Kompas TV Selasa (6/6) besok, pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta akan melakukan gelar perkara di Kejaksaan Agung.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.