Kompas.com - 25/05/2017, 18:11 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, usai memberikan keterangan pers terkait aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu. Keterangan pers disampaikan di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (25/6/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIRKetua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, usai memberikan keterangan pers terkait aksi bom bunuh diri di Kampung Melayu. Keterangan pers disampaikan di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (25/6/2017).
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com -  Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj mengatakan, dosa kedua pelaku ledakan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam berlipat ganda jika mereka orang Islam.

"Dosanya dua kali tuh. Menurut saya, versi Nahdhatul Ulama, dosanya dua kali. Dosa melakukan krimimal dan dosa melakukan kebohongan dengan atas nama agama Islam," kata Said Aqil di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (25/5/2017).

Said Aqil mengatakan, dalam Islam, orang yang paling jahat adalah orang yang melakulan kebohongan dengan mengatasnamakan agama Islam.

"Sejahat-jahatnya orang adalah orang yang melakukan kebohongan dengan atas nama Islam," kata dia.

Pihak kepolisian menyatakan telah mengetahui identitas dua tersangka pelaku peledakan bom itu. Saat ini DNA (deoxyribonucleic acid) tersangka pelaku sedang dicek. Polisi menyebut inisial pelaku adalah AS dan I. Keduanya laki-laki.

Baca juga: Pelaku Teror Bom di Kampung Melayu Diduga Kuat Terkait ISIS

Polisi juga mengatakan bahwa bahwa dua ledakan itu merupakan bom bunuh diri.

Kejadian tersebut menewaskan dua orang yang diduga sebagai pelaku dan tiga orang anggota kepolisian yang sedang bertugas.

Baca juga: Teror Bom Kampung Melayu, Polri Merasa Diincar

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk potongan tubuh yang diduga pelaku, panci, paku, hingga gotri.

Korban cedera dalam kejadian itu tercatat 10 orang, yang terdiri dari 5 orang polisi dan 5 warga sipil. Mereka kini masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Jakarta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X