Polisi Minta Keluarga Bujuk Tahanan yang Kabur untuk Serahkan Diri

Kompas.com - 26/01/2017, 13:00 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar Ambaranie Nadia K.MKepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, dari tujuh tahanan rutan Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, baru satu yang tertangkap.

Pria bernama Ridwan R alias Mame (22) itu diketahui bersembunyi di rumah keluarganya. Oleh karena itu, Boy mengimbau pihak keluarga tahanan yang kabur untuk membujuk mereka agar mau menyerahkan diri.

"Para petugas sudah komunikasi dengan keluarga untuk membantu. Kalau pulang, lebih bagus menuntaskan kasus hukum yang berjalan," ujar Boy di kompleks PTIK, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Dengan adanya bantuan keluarga, maka pekerjaan polisi sudah lebih mudah. Saat penangkapan Ridwan semalam, lima dari tujuh tahanan bersembunyi di rumah keluarga salah satu tahanan.

Namun, hanya Ridwan yang tertangkap. Sementara empat lainnya melarikan diri.

"Iya kabur lagi. Kelihatannya milik salah satu keluarga tahanan," kata Boy.

Boy meminta para tahanan kooperatif dengan penyidik. Jika ada upaya perlawanan, maka polisi tak segan segan menindak tegas para tersangka.

"Jangan sampai tidak kooperatif dan berhadapan dengan petugas di lapangan yang tentunya bertindak lebih tegas ke mereka," kata Boy.

Boy berharap enam tahanan lainnya bisa cepat tertangkap atas petunjuk salah satu dari mereka yang sudah diciduk.

Sementara itu, petugas rutan yang berjaga saat itu tengah diperiksa pihak Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Adapun enam tahanan yang masih melarikan diri yaitu Azizul alias Izul (30), Cai Chang alias Antoni (49), Anthony alias Ridwan (33), Amiruddin alias Amir (37), Ricky Felani alias Ruslan (30), dan Sukma Jaya alias Jaya (34).

Ketujuh tahanan melarikan diri dengan cara melubangi tembok kamar mandi dengan menggunakan batang besi sepanjang 30 sentimeter.

Setelah berhasil keluar, mereka menuju halaman parkir Rumah Sakit (RS) Otak Nasional yang berada persis di samping Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN).

Polisi juga membuka rekaman CCTV milik Ditnarkoba Bareskrim Polri dan RS Pusat Otak Nasional.

(Baca: Tujuh Tahanan Kasus Narkoba Kabur Panjat Tembok RS Pusat Otak)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri: Indonesia Perlu Miliki Desain Besar Sektor Pertanian

Mendagri: Indonesia Perlu Miliki Desain Besar Sektor Pertanian

Nasional
Mahfud MD Diminta Desak Malaysia dan Filipina Implementasikan Kesepakatan Trilateral

Mahfud MD Diminta Desak Malaysia dan Filipina Implementasikan Kesepakatan Trilateral

Nasional
Firli Bahuri Sebut Pengembalian Jaksa KPK atas Permintaan Jaksa Agung

Firli Bahuri Sebut Pengembalian Jaksa KPK atas Permintaan Jaksa Agung

Nasional
Kejagung Tarik Jaksa KPK yang Tangani Kasus Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Kejagung Tarik Jaksa KPK yang Tangani Kasus Dugaan Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Nasional
Wabah Virus Corona, Ketua MPR Minta Pemerintah Keluarkan 'Travel Warning' Ke China

Wabah Virus Corona, Ketua MPR Minta Pemerintah Keluarkan 'Travel Warning' Ke China

Nasional
KPK Kembalikan Sejumlah Jaksa ke Kejagung, Jubir Bantah Terkait Kasus

KPK Kembalikan Sejumlah Jaksa ke Kejagung, Jubir Bantah Terkait Kasus

Nasional
Komnas HAM Sarankan Kuasa Hukum Lutfi Laporkan Dugaan Penyiksaan secara Resmi

Komnas HAM Sarankan Kuasa Hukum Lutfi Laporkan Dugaan Penyiksaan secara Resmi

Nasional
Migrant Care Minta Pemerintah Berikan Materi Antiradikalisme ke Calon Buruh Migran

Migrant Care Minta Pemerintah Berikan Materi Antiradikalisme ke Calon Buruh Migran

Nasional
Ketua DPP Mengaku Tak Tahu soal Iklan Foto Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem

Ketua DPP Mengaku Tak Tahu soal Iklan Foto Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem

Nasional
Kasus Jiwasraya dan Asabri, SBY Sebut Tak Perlu Ada Gerakan Turunkan Jokowi

Kasus Jiwasraya dan Asabri, SBY Sebut Tak Perlu Ada Gerakan Turunkan Jokowi

Nasional
Cegah Penyebaran Virus Corona, Kemenkes Aktifkan 21 'Kapsul Evakuasi'

Cegah Penyebaran Virus Corona, Kemenkes Aktifkan 21 "Kapsul Evakuasi"

Nasional
Dilaporkan ICW ke KPK, Ini Respons Yasonna Laoly

Dilaporkan ICW ke KPK, Ini Respons Yasonna Laoly

Nasional
Komnas HAM Minta Pemerintah Tuntaskan Proses Hukum Tragedi Semanggi

Komnas HAM Minta Pemerintah Tuntaskan Proses Hukum Tragedi Semanggi

Nasional
Kejaksaan Agung Geledah 3 Kantor Terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

Kejaksaan Agung Geledah 3 Kantor Terkait Kasus Korupsi Jiwasraya

Nasional
Direksi TVRI Heran Liga Inggris Jadi Alasan Dewas Pecat Helmy Yahya

Direksi TVRI Heran Liga Inggris Jadi Alasan Dewas Pecat Helmy Yahya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X