Meski Anggaran Dipotong, KPK Tetap Tambah Pegawai pada 2017

Kompas.com - 09/01/2017, 16:29 WIB
Konferensi pers tentang Capaian dan Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 di Gedung KPK Jakarta, Senin (9/1/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKonferensi pers tentang Capaian dan Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 di Gedung KPK Jakarta, Senin (9/1/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pagu anggaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk 2017 ditetapkan sebesar Rp 734,2 miliar. Angka ini lebih kecil dibanding anggaran 2016 yang mencapai Rp 991,8 miliar.

Meski anggaran dipotong, KPK tetap merekrut pegawai dalam jumlah besar.

"Ini memang program pemerintah yang memangkas di banyak tempat. Tapi, dengan anggaran yang lebih kecil, KPK tetap merekrut pegawai secara besar-besaran," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers tahunan di Gedung KPK Jakarta, Senin (9/1/2017).

Sejak tahun lalu, KPK telah mengadakan rekrutmen pegawai dalam program Indonesia Memanggil (IM) 11 dan 12.

Melalui IM 11, KPK akan menambah sebanyak 131 pegawai. Sementara, pada IM 12, KPK akan menambah 400 pegawai.

Dari jumlah tersebut, sebagian pegawai akan diangkat sebagai penyelidik dan penyidik KPK. Saat ini, para pegawai baru tersebut sedang melewati masa induksi.

Selain itu, pada tahun ini KPK menerima satu penyidik dari kepolisian dan sembilan jaksa penuntut dari kejaksaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai penambahan pegawai, Agus mengatakan, Menteri Keuangan dan Direktur Jenderal Anggaran telah berjanji untuk memenuhi kebutuhan anggaran KPK.

Agus memastikan KPK tidak akan mengalami kekurangan anggaran meski pagu yang ditetapkan dalam APBN dikurangi.

Kompas TV Tahun 2016, KPK Lakukan 17 Kali Operasi Tangkap Tangan
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satgas Covid-19: Indonesia Perlu Belajar dari 7 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Satgas Covid-19: Indonesia Perlu Belajar dari 7 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Nasional
Diresmikan Jokowi, Revitalisasi Pasar Pon Trenggalek Diharapkan Tingkatkan Perdagangan

Diresmikan Jokowi, Revitalisasi Pasar Pon Trenggalek Diharapkan Tingkatkan Perdagangan

Nasional
Rektor UPN Veteran Jakarta Diminta Investigasi Penyebab Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Rektor UPN Veteran Jakarta Diminta Investigasi Penyebab Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Nasional
Tanggapi Putusan MK Soal UU Cipta Kerja, Jimly Sebut 2 UU Perlu Direvisi

Tanggapi Putusan MK Soal UU Cipta Kerja, Jimly Sebut 2 UU Perlu Direvisi

Nasional
Saat Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu: Buat Main Drum dan Motor-motoran

Saat Jokowi Bujuk Menteri Basuki Beli Sepatu: Buat Main Drum dan Motor-motoran

Nasional
4 Fakta Seputar Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire

4 Fakta Seputar Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire

Nasional
Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Tindak Pidana Terorisme Hari Ini

Munarman Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Tindak Pidana Terorisme Hari Ini

Nasional
Menko PMK Minta Masukan PGI Soal Kebijakan Libur Nataru

Menko PMK Minta Masukan PGI Soal Kebijakan Libur Nataru

Nasional
Saat Menag Ungkap Kesiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Belum Pastinya Haji dari Indonesia

Saat Menag Ungkap Kesiapan Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Belum Pastinya Haji dari Indonesia

Nasional
UPDATE: 297 Kasus Harian Covid-19 dan 3 Skenario Pemerintah Terkait Gelombang Ketiga

UPDATE: 297 Kasus Harian Covid-19 dan 3 Skenario Pemerintah Terkait Gelombang Ketiga

Nasional
[POPULER NASIONAL] Sahroni Diminta Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E | Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

[POPULER NASIONAL] Sahroni Diminta Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E | Jakarta Kembali Berstatus PPKM Level 2

Nasional
DPR Berencana Revisi UU PPP, Pakar: Perintah MK Perbaiki UU Cipta Kerja

DPR Berencana Revisi UU PPP, Pakar: Perintah MK Perbaiki UU Cipta Kerja

Nasional
Varian Omicron Disebut Dapat Menular ke Penyintas Covid-19, Satgas: Jangan Panik, Hati-hati

Varian Omicron Disebut Dapat Menular ke Penyintas Covid-19, Satgas: Jangan Panik, Hati-hati

Nasional
Pegawai KPI Mulai Work from Home untuk Pulihkan Trauma

Pegawai KPI Mulai Work from Home untuk Pulihkan Trauma

Nasional
Gesekan antara TNI-Polri Tidak Perlu Terjadi jika...

Gesekan antara TNI-Polri Tidak Perlu Terjadi jika...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.