Jokowi Dipastikan Tak Hadiri Perayaan Hari Nusantara di Lembata

Kompas.com - 12/12/2016, 20:14 WIB
Presiden Joko Widodo bernyanyi saat meninjau Masjid Atta Darut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12/2016). Masjid itu merupakan lokasi kedua yang dikunjungi Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, Jokowi bertolak ke posko penampungan pengungsi di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya dan terakhir, Presiden juga akan mengunjungi gedung Pesantren Mudi Mesra, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun. KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGPresiden Joko Widodo bernyanyi saat meninjau Masjid Atta Darut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12/2016). Masjid itu merupakan lokasi kedua yang dikunjungi Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, Jokowi bertolak ke posko penampungan pengungsi di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya dan terakhir, Presiden juga akan mengunjungi gedung Pesantren Mudi Mesra, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun.
|
EditorIcha Rastika

LEMBATA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo dipastikan tidak menghadiri peringatan Hari Nusantara 2016 yang dilaksanakan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Presiden Jokowi tidak dapat  menghadiri puncak acara karena beliau kunjungan kerja ke India dan Iran," ujar Gubernur NTT Frans Lebu Raya di lokasi acara, Senin (12/12/2016).

Rencananya, Presiden Jokowi digantikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

(Baca juga: Agenda Kegiatan Presiden Jokowi di New Delhi)

Meski demikian, Frans menilai, hal yang terpenting adalah komitmen pemerintah untuk mendorong percepatan pembangunan maritim di Indonesia.

Frans menilai, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla memiliki komitmen yang kuat soal pembangunan.

"Saya percaya pemerintah akan mewujudkan apa yang menjadi cita-cita negara maritim," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Puncak acara Hari Nusantara 2016 itu dilaksanakan di Lewoleba, Lembata, tanggal 13 Desember 2016. Pameran produk kemaritiman bertajuk "Nusantara Expo" menjadi salah satu acaranya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengungkapkan, Hari Nusantara 2016 bukan hanya untuk memperingati Deklarasi Djuanda yang dihelat pada 13 Desember 1957, melainkan juga sebagai sebuah harapan konektivitas antardaerah di Indonesia.

"Salah satu tujuan utamanya tidak sekadar merayakan Deklarasi Djuanda, tetapi secara politik, budaya, dan ekonomi dengan ditetapkannya Hari Nusantara setidaknya diharapkan ada konektivitas antardaerah untuk kepentingan maritim," ujar Tjahjo seusai acara peluncuran Hari Nusantara 2016 di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (22/8/2016).

(Baca juga: Jokowi: Alhamdulillah, Politik Sempat Menghangat tetapi Tidak Panas)

Tjahjo menjelaskan, peluncuran Hari Nusantara 2016 merupakan langkah menyinergikan kondisi geopolitik Indonesia sebagai negara maritim dan sumber daya laut untuk kepentingan bangsa dan negara.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.