Dua WNI Kembali Diculik, Menlu Langsung Hubungi Malaysia dan Filipina

Kompas.com - 21/11/2016, 13:18 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraMenteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2016)
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak Malaysia dan Filipina terkait dengan penculikan dua warga negara Indonesia di perairan Sabah, Malaysia.

Dua WNI tersebut diculik kelompok bersenjata saat tengah mencari ikan bersama 18 rekannya dalam kapal bernomor VW 1738 milik sebuah perusahaan perikanan di Sabah, Malaysia, pada Sabtu (19/11/2016) kemarin.

"Mengenai masalah terbaru yang terjadi pada sabtu malam kemarin, hari Minggu, saya melakukan kontak dengan Menlu Malaysia dan kontak dengan advisor Presiden (Filipina) Rodrigo Duterte untuk masalah perdamaian," kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/11/2016).

Menlu mengatakan, pada intinya pemerintah Indonesia kembali meminta perhatian kedua negara terkait masalah penculikan oleh kelompok bersenjata ini.

Apalagi, sebelumnya sudah ada kesepakatan dari ketiga negara untuk menjaga keamanan di wilayah perairan masing-masing.

"Sudah sangat jelas ini kesepakatan yang sudah disetujui saat kita bicara bertiga pada bulan Mei," ucap Retno.

Retno menambahkan, pada 23 November mendatang, rencananya Menteri Pertahanan Indonesia, Malaysia dan Filipina akan kembali bertemu untuk membahas masalah penculikan ini.

"Kalau kerja sama sudah beralih ke hal yang sifatnya teknis, itu dilakukan oleh Menteri Pertahanan, oleh Panglima TNI dan sebagainya," kata dia.

Sementara, keluarga dua WNI yang diculik merasa cemas dan menanti kabar keberadaan korban. Kedua WNI tersebut merupakan warga asal Desa Tallu Banua, Kecamatan Sendana, Majene, Sulawesi Barat.

Mereka bernama Safaruddin selaku kapten kapal dan Sawal sebagai anak buah kapal.

Sejak kabar penculikan tersiar, rumah keluarga Safaruddin di Desa Tallu Banua terus didatangi sanak keluarga pada Minggu (20/11/2016) petang.

Mereka datang untuk menyatakan keprihatinan dan menanyakan langsung kabar penculikan tersebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
Pemilih yang Jalani Isolasi Mandiri di Hari Pencoblosan Pilkada 2020 akan Didatangi Petugas

Pemilih yang Jalani Isolasi Mandiri di Hari Pencoblosan Pilkada 2020 akan Didatangi Petugas

Nasional
Kemenag: Tanpa Protokol Kesehatan, Sebaiknya Masjid Tak Gelar Shalat Idul Adha

Kemenag: Tanpa Protokol Kesehatan, Sebaiknya Masjid Tak Gelar Shalat Idul Adha

Nasional
Said Aqil: Covid-19 Ini Nyata, Bukan Konspirasi Atau Bohong-bohongan!

Said Aqil: Covid-19 Ini Nyata, Bukan Konspirasi Atau Bohong-bohongan!

Nasional
Wakil Ketua Komisi I DPR: Mesti Ada Penguatan Kesehatan untuk Personel TNI

Wakil Ketua Komisi I DPR: Mesti Ada Penguatan Kesehatan untuk Personel TNI

Nasional
Cegah Penularan Covid-19 Lewat Udara, Gugus Tugas: Disiplin Pakai Masker!

Cegah Penularan Covid-19 Lewat Udara, Gugus Tugas: Disiplin Pakai Masker!

Nasional
Kemenlu RI Sebut Israel Tunda Rencana Aneksasi Tepi Barat Palestina

Kemenlu RI Sebut Israel Tunda Rencana Aneksasi Tepi Barat Palestina

Nasional
Polri Sita Aset Maria Pauline Lumowa Senilai Rp 132 Miliar

Polri Sita Aset Maria Pauline Lumowa Senilai Rp 132 Miliar

Nasional
Tahan Maria Pauline Lumowa, Bareskrim Kirim Surat ke Kedubes Belanda

Tahan Maria Pauline Lumowa, Bareskrim Kirim Surat ke Kedubes Belanda

Nasional
Zulkifli Hasan: Pembahasan RUU HIP Rawan Lahirkan Krisis Ideologi

Zulkifli Hasan: Pembahasan RUU HIP Rawan Lahirkan Krisis Ideologi

Nasional
Buronan 17 Tahun Maria Pauline Lumowa Resmi Ditahan

Buronan 17 Tahun Maria Pauline Lumowa Resmi Ditahan

Nasional
Saat Jokowi Percayakan Prabowo Urusi Ketahanan Pangan...

Saat Jokowi Percayakan Prabowo Urusi Ketahanan Pangan...

Nasional
Ahli Epidemiologi Sarankan Kinerja Gugus Tugas Covid-19 Dievaluasi

Ahli Epidemiologi Sarankan Kinerja Gugus Tugas Covid-19 Dievaluasi

Nasional
Penularan Covid-19 lewat Udara Disebabkan oleh 'Microdroplet', Terjadi di Ruangan Bersirkulasi Buruk

Penularan Covid-19 lewat Udara Disebabkan oleh "Microdroplet", Terjadi di Ruangan Bersirkulasi Buruk

Nasional
Soal Aneksasi Tepi Barat Palestina, Fadli Zon: Perlu Ada Pengucilan terhadap Israel

Soal Aneksasi Tepi Barat Palestina, Fadli Zon: Perlu Ada Pengucilan terhadap Israel

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X