Kompas.com - 11/10/2016, 18:33 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, operasi tangkap tangan yang dilakukan di Kementerian Perhubungan merupakan operasi gabungan antara Polri dengan Polda Metro Jaya.

Operasi tersebut digelar setelah polisi mendapatkan informasi dari Kementerian Perhubungan.

“Memang ada informasi tentang adanya praktik pungli yang sudah berjalan lama. Untuk itu dari kementerian bekerja sama dengan Polda dan Mabes Polri untuk melakukan penyelidikan,” kata Tito, di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (11/10/2016) sore.

Ada beberapa orang yang ditangkap dalam operasi tersebut.

Salah satunya ditangkap beserta barang bukti berupa uang yang diduga sebagai suap untuk memuluskan sejumlah proses yang seharusnya dilakukan secara online.

“Jadi tidak ada pembayaran apapun lagi. Tapi yang terjadi adalah untuk mempercepat atau supaya tidak dipersulit mereka, maka disiapkan sejumlah uang,” kata dia.

Beberapa proses itu seperti pengurusan ukuran panjang kapal, berat kapal, pergantian bendera kapal, serta sejumlah item lain.

“Itu untuk setiap item ada angkanya sendiri. Jadi harus dibayar,” kata dia.

“Dan juga ditambah pembuatan buku pelaut. Jadi otomatis kasihan masyarakat yang ingin jadi pelaut, nelayan yang ingin menggunakan kapalnya, mereka harus memberikan tambahan uang,” lanjut Tito.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.