TNI AL Akan Uji Coba Senjata Baru di Armada Jaya 2016

Kompas.com - 19/08/2016, 16:44 WIB
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, saat ditemui di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (5/5/2015). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi, saat ditemui di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa (5/5/2015).
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi mengungkapkan, jajarannya akan menggelar uji coba sejumlah senjata baru di latihan puncak TNI AL, Armada Jaya 2016.

Senjata yang diuji coba adalah adalah peluru kendali antikapal permukaan C-705 dan torpedo yang diluncurkan dari kapal permukaan.

“Sebanyak 35 kapal perang akan dilibatkan, berikut 7.000 personel Korps Marinir TNI AL. Ini sesuai dengan doktrin Sistem Senjata Armada Terpadu yang terdiri dari empat unsur utama, yaitu kapal perang, Korps Marinir, pangkalan TNI AL, dan pesawat udara, didukung sistem logistik dan komando pengendalian,” kata Ade kepada pers, di Markas Komando Lintas Laut TNI AL, di Jakarta, Jumat.

Armada Jaya 2016 merupakan latihan puncak ke-34 yang dilaksanakan TNI AL selama ini.

Semua konsep dan doktrin pertempuran dengan berbagai skenarionya akan diuji untuk kemudian dievaluasi dan ditingkatkan.

Kali ini, Armada Jaya 2016 akan digelar di Laut Jawa sekitar Banongan, Jawa Timur, pada pekan kedua September nanti.

TNI AL memiliki beberapa peluru kendali yang berbeda-beda kelas dan peruntukannya.

Di antaranya adalah Exocet MM-38 Block I sampai Block III yang sejak dibeli sampai sekarang telah berkali-kali digelar di operasi dan medan penugasan.

Juga peluru kendali Yakhont buatan Rusia, yang bisa beroperasi hingga jarak sekitar 300 kilometer dari kapal perang yang menjadi basis peluncuran.

Sedangkan C-705 buatan China dirancang untuk ditembakkan dari landasan kapal perang kelas 1.000-4.000 ton dengan metode yang relatif baru karena selama ini sistem arsenal TNI AL mengacu pada sistem dan metode gelaran menurut Barat dan Timur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai Kemenag Sebut Sepupu Romahurmuziy Terima Rp 21 Juta

Pegawai Kemenag Sebut Sepupu Romahurmuziy Terima Rp 21 Juta

Nasional
Empat Fakta Terkait Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

Empat Fakta Terkait Pelaku Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

Nasional
Jaksa Agung Akui Masih Ada Oknum Jaksa yang Menyimpang

Jaksa Agung Akui Masih Ada Oknum Jaksa yang Menyimpang

Nasional
Soal Larangan Eks Koruptor Ikut Pilkada, KPU Diingatkan Jangan Langgar UU

Soal Larangan Eks Koruptor Ikut Pilkada, KPU Diingatkan Jangan Langgar UU

Nasional
Saat Jadi Menag, Lukman Hakim Disebut Minta Haris Diloloskan Seleksi Calon Kakanwil

Saat Jadi Menag, Lukman Hakim Disebut Minta Haris Diloloskan Seleksi Calon Kakanwil

Nasional
Mahfud MD Sebut Satu Pelaku Peledakan Bom di Polrestabes Medan Masih dalam Pengejaran

Mahfud MD Sebut Satu Pelaku Peledakan Bom di Polrestabes Medan Masih dalam Pengejaran

Nasional
Ingin Larang Koruptor Ikut Pilkada, KPU Dikhawatirkan Cari Popularitas

Ingin Larang Koruptor Ikut Pilkada, KPU Dikhawatirkan Cari Popularitas

Nasional
Luhut: Investasi 123 Miliar Dollar AS Terhambat karena Tumpang Tindih Regulasi

Luhut: Investasi 123 Miliar Dollar AS Terhambat karena Tumpang Tindih Regulasi

Nasional
Bom Bunuh Diri di Medan, Ketua DPR Minta Program Deradikalisasi Dievaluasi

Bom Bunuh Diri di Medan, Ketua DPR Minta Program Deradikalisasi Dievaluasi

Nasional
Pasca-ledakan Bom di Medan, Pengamanan Kantor Kepolisian Diperketat

Pasca-ledakan Bom di Medan, Pengamanan Kantor Kepolisian Diperketat

Nasional
Orang Kepercayaan Mantan Anggota DPR Bowo Sidik Divonis 2 Tahun Penjara

Orang Kepercayaan Mantan Anggota DPR Bowo Sidik Divonis 2 Tahun Penjara

Nasional
Menko PMK Rancang Program Sertifikasi Perkawinan sebagai Syarat Menikah

Menko PMK Rancang Program Sertifikasi Perkawinan sebagai Syarat Menikah

Nasional
Menko PMK: Diet Berlebihan Ganggu Kesuburan Perempuan dan Picu 'Stunting'

Menko PMK: Diet Berlebihan Ganggu Kesuburan Perempuan dan Picu "Stunting"

Nasional
Jubir Presiden: Ahok Harus Mundur dari PDI-P jika Jadi Bos BUMN

Jubir Presiden: Ahok Harus Mundur dari PDI-P jika Jadi Bos BUMN

Nasional
Romahurmuziy Bantah Dibayari Hotel oleh Pejabat Kanwil Kemenag

Romahurmuziy Bantah Dibayari Hotel oleh Pejabat Kanwil Kemenag

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X