Kompas.com - 12/08/2016, 19:37 WIB
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) Gandjar Laksmana diminta kembali mengkaji data terkait jumlah penghuni lapas sebelum melakukan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012 yang mengatur soal pemberian remisi bagi narapidana kejahatan luar biasa.

Kajian mendalam perlu dilakukan lantaran pemerintah beralasan revisi PP tersebut karena kondisi lapas yang sudah penuh. Gandjar menilai revisi PP sama saja memberi kemudahan bagi koruptor mendapat remisi.

"Berapa sih jumlah napi narkotika, terorisme, koruptor di dalam sana (lapas). Kalaupun penuh karena kejahatan narkotika. Itu datanya mereka yang keluarin," ujar Gandjar saat dihubungi, Jumat (12/8/2016).

Gandjar mengatakan, saat ini orang-orang yang berada di dalam lapas itu kebanyakan terlibat kasus narkoba. Itu pun, kata dia, kebanyakan bukanlah bandar atau pengedar melainkan pemakai.

(Baca: Rencana Pemerintah Hilangkan "Justice Collaborator" sebagai Syarat Remisi Koruptor Merugikan Negara)

"80 persen yang dipenjarakan itu pengguna dan pecandu, bukan pengedar dan bandar. Jadi, mereka, penegak hukum sudah salah menerapkan hukum, ya wajar saja (lapas) penuh," kata dia.

Menurut Gandjar, bukan alasan yang tepat jika pemerintah merevisi PP itu lantaran lapas penuh. Pasalnya, dengan merevisi PP tersebut jelas memudahkan remisi bagi narapidana khususnya korupsi.

"Kalau alasannya cuma gara-gara lapas penuh ya sudah keluarin saja sekalian, kasih saja remisi, 10 hari masuk penjara lalu keluarin," kata dia.

Dikutip dari Kompas, Rabu (10/8/2016), Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia I Wayan Kusmiantha Dusak mengatakan, upaya revisi PP No 99/2012 itu mendesak dilakukan mengingat kondisi LP yang kian padat.

(Baca: Revisi PP Remisi Dianggap Jadi "Karpet Merah" Koruptor, Ini Penjelasan Menteri Yasonna)

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.