Politisi PDI-P Ragu Golkar Konsisten Dukung Jokowi pada Pilpres 2019

Kompas.com - 26/07/2016, 11:43 WIB
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla Laily Rachev/Biro Pers SetpresPresiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai, Partai Golkar terlalu buru-buru memutuskan dukungan Presiden kepada Joko Widodo untuk Pemilihan Presiden 2019.

Melihat rekam jejak Golkar, Hendrawan ragu elite parpol berlambang beringin itu akan tetap konsisten dengan keputusan yang diambilnya itu.

"Karena teman-teman Golkar punya jam terbang panjang, pendekatannya cenderung pragmatis, jadi sikap politiknya mudah berubah-ubah," kata Hendrawan saat dihubungi, Selasa (26/7/2016).

Sebelum memutuskan menjadi pendukung pemerintah dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa Mei 2016, Golkar selama satu setengah tahun memimpin Koalisi Merah Putih sebagai partai oposisi.

 

(Baca: Kata Setya Novanto, Golkar Siap Dukung Jokowi pada Pilpres 2019)

Hendrawan menilai, bisa saja perubahan sikap seperti itu terjadi menjelang pilpres 2019.

"Ciri-ciri itu (inkonsisten) melekat pada teman-teman di Golkar," kata dia.

Meski ragu, Hendrawan mengatakan, PDI-P sebagai partai utama pendukung Jokowi-Jusuf Kalla tetap menghargai langkah Golkar.

Ia berharap, langkah Golkar mendukung Jokowi bisa menciptakan situasi politik nasional yang lebih kondusif kedepannya.

(baca: Ikrar: PAN dan Golkar Cukup Diberi Satu Kursi Menteri)

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, dukungan yang akan diberikan partai kepada Joko Widodo untuk kembali mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden 2019, sudah melalui proses dan kajian yang mendalam.

Dukungan untuk Jokowi maju sebagai calon Presiden 2019 akan dideklarasikan oleh Golkar dalam rapat pimpinan nasional yang digelar di Jakarta pada Rabu (17/7/2016) hingga kamis besok.

Presiden Joko Widodo akan menghadiri rapimnas tersebut. (Baca: Golkar Pastikan Dukungan untuk Jokowi dalam Rapimnas Akhir Juli)

Idrus menjelaskan, dukungan terhadap Jokowi diawali dari rekomendasi Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar pada Mei 2016 lalu, yang salah satunya memutuskan bahwa Ketua Umum Golkar Setya Novanto melakukan komunikasi politik dengan Jokowi sebagai persiapan Pemilu 2019.

Setelah komunikasi politik dengan Jokowi dilakukan, Setya Novanto kembali melaporkan hasilnya ke DPP. Kemudian DPP Golkar secara bulat memutuskan bahwa Jokowi adalah calon terbaik.

"Kami proyeksikan salah satu yang penting adalah menetapkan Golkar mendukung Jokowi sebagai capres 2019," kata Idrus.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X