Kompas.com - 27/04/2016, 22:29 WIB
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yakin pihak swasta akan tetap mendapat porsi dalam proyek reklamasi 17 pulau meskipun proyek itu terintegrasi dengan megaproyek NCICD (National Capital Integrated Coastal Development).

"Swasta akan tetap dihargailah. Karena Presiden kan juga tak ingin kepercayaan investor hilang," ujar Basuki saat ditemui di Istana Negara, Rabu (27/4/2016). \

Pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan, meski proyek reklamasi 17 pulau itu sendiri terkena moratorium selama enam bulan, kewenangan pelaksanaan proyek itu tidak berubah.

Pihak yang berwenang atas proyek tersebut adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Oleh sebab itu, Ahok menegaskan, pihaknya akan mengatur porsi swasta dalam proyek itu. Tentunya tetap sesuai dengan arahan Presiden,

"Nanti kami yang atur itu. Ya kenapa Presiden minta begitu, karena selama ini swasta yang yang men-drive. Jadi kami pemerintah lah yang akan buat kerangka, kamu (swasta) mainnya di sini," ujar Ahok.

Aturan porsi antara pemerintah dan pengembang itu, kata Ahok, diserahkan ke Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli. Pihaknya pun akan berkoordinasi terus ke Kemenko Maritim terkait hal itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mendorong kembali percepatan megaproyek, NCICD atau "Proyek Garuda".

Rencananya, proyek reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta pun akan diintegrasikan ke dalam proyek raksasa tersebut. (Baca: Jokowi: NCICD, Jawaban untuk Jakarta..)

Persoalannya, dalam rapat terbatas, Presiden menekankan bahwa proyek NCICD itu tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada pihak swasta.

Proyek tersebut akan dipegang penuh oleh pemerintah. Dalam hal ini yakni kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. (Baca: Reklamasi 17 Pulau Terintegrasi dengan NCICD, Bagaimana Nasib Swasta?)

Sementara, proyek reklamasi 17 pulau di utara Jakarta diketahui tidak sepenuhnya dibangun oleh pemerintah. Ada pulau yang dibangun oleh swasta.

Kompas TV Jokowi: NCICD, Jawaban untuk Jakarta
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.