Wali Kota Semarang Ditanya soal Kedekatannya dengan Damayanti

Kompas.com - 16/02/2016, 16:25 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/2/2016). Ambaranie Nadia K.MWali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/2/2016).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi selama lima jam sebagai saksi untuk tersangka anggota Komisi V DPR Damayanti Wisnu Putranti.

Hendrar mengaku ditanya soal kedekatannya dengan Damayanti sebagai rekan satu partai, PDI Perjuangan.

"Saya cerita saja sejauh mana saya kenal sama Beliau. Saya sesama kader partai," ujar Hendrar seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Hendrar mengatakan, penyidik tidak menanyakan mendalam soal perkara yang menjerat Damayanti.


Ia mengaku hanya dicecar soal seberapa dekat dirinya dengan Damayanti. Meski kader satu partai, menurut Hendrar, dia dan Damayanti tak terlalu dekat.

"Kenal saat pencalegan kemarin," kata Hendrar.

Pemberian suap diduga untuk memuluskan proyek pembangunan jalan di Pulau Seram.

Abdul Khoir memberikan uang kepada Damayanti sebesar 33 ribu dollar Singapura supaya pengajuan perusahaannya menjadi pelaksana dikabulkan.

Tak hanya kepada Damayanti, uang juga diberikan kepada rekannya bernama Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin juga menerima uang dengan nominal sama.

Uang itu merupakan bagian dari suap agar PT WTU mendapatkan proyek-proyek di bidang jasa konstruksi yang dibiayai dari dana aspirasi DPR di Provinsi Maluku.

PT WTU memang mengincar sejumlah proyek jalan di provinsi itu yang dianggarkan dari dana aspirasi DPR dan dicairkan melalui Kementerian PU dan PR.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X