Gubernur Bali Akan Kaji Ulang Izin Operasional Uber dan Grab Taxi

Kompas.com - 30/01/2016, 12:35 WIB
Gubernur Bali Made Mangku Pastika KOMPAS.com/SRI LESTARI Gubernur Bali Made Mangku Pastika
|
EditorFarid Assifa
DENPASAR, KOMPAS.com - Salah satu warga menginginkan Uber dan Grab Taxi agar diijinkan beroperasi di Bali. Hal ini disampaikan salah satu sopir travel, Wayan Suata, asal Legian, saat acara Simakrama (pertemuan) masyarakat dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di wantilan DPRD Bali.

"Mudah-mudahan pak gubernur tidak mencabut larangan operasionalnya. Kami secara umum menilai mereka legal dan bayar pajak. Masalah aplikasi kami tidak tahu. Jadi, jangan salahkan customer, Pak," kata I Wayan Suata di Denpasar, Sabtu (30/1/2016).

Gubernur Pastika menanggapi keinginan warga itu, bahwa "Saya minta kepada Kadis Perhubungan untuk membuat kajian lagi. Ini kan pro dan kontra. Tapi kalau kendaraannya bukan di Bali saya setuju (melarangnya)," jawab Pastika.

Mantan Kapolda Bali ini juga menjelaskan alasannya melarang kendaraan plat nomor luar Bali beroperasi di Bali dari kegiatan komersil karena beberapa alasan tertentu, salah satunya adalah kejelasan membayar pajak dan kondisi data kepemilikan mobil.

"Ya, kalau mobilnya asli Bali bisa kita tolelir lah. Walaupun seharusnya kenapa tidak menggunakan taksi yang ada di Bali saja. Mestinya taksi di Bali menggunakan teknologi seperti itu, ikuti aja keunggulan itu. Kan bagus," ujarnya.

Bahkan Gubernur Pastika menceritakan pengalamannya menggunakan Uber Taxi saat di Inggris dan Amerika. Dia mengaku puas dengan pelayannya.

Misalnya, Pastika menjelaskan ketika memesan taksi tersebut, operator akan mengirimkan data sopir yang akan mengantar. Jika pemesan setuju, maka akan diantar oleh taksi tersebut. Inilah yang diakui bahwa manajemen operator taksi berbasis aplikasi telah memikirkan kebutuhan dan keamanan pelanggannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X