Absen di HUT Golkar, Sikap Agung Laksono Dianggap Tak Pantas

Kompas.com - 27/11/2015, 03:02 WIB
KOMPAS.com/DANI PRABOWO Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Jakarta, Yorrys Raweyai (kiri), dan Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono (tengah) menggelar jumpa pers di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (4/2/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Partai Golkar versi Munas Ancol, Yorrys Raweyai menyayangkan sikap Ketua Umum yang tak menghadiri acara Hari Ulang Tahun Ke-51 Partai Golkar.

Ia menilai sikap tersebut tak pantas ditunjukkan oleh seorang pemimpin. Bahkan ia mengaku Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkannya bahwa mereka kecewa dengan sikap Agung.

"Tidak pantas sebagai seorang pemimpin. Saya tidak tahu (alasannya). Tapi tadi saya tanya juga Pak JK, Pak Luhut. Senior-senior semua kecewa," kata Yorrys saat ditemui usai acara HUT Ke-51 Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Kamis (26/11/2015).

Yorrys menegaskan, sudah tidak ada lagi permasalahan antara kedua kubu dan saat ini baik kubu munas Ancol maupun munas Bali telah berjalan bersama-sama. Menurut dia, persoalan perbedaan bukanlah dari ideologi melainkan perbedaan prinsip yang harus diselesaikan.

"Sudah clear. Sekarang berjalan bersama-sama. Bahwa kita lihat Golkar ke depan," kata dia.

Dalam acara HUT Partai Golkar tersebut, hadir sejumlah petinggi partai. Selain Ical, terlihat Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung, Sekjen Partai Golkar versi Munas Bali Idrus Marham dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Nurdin Halid.

Tiga pimpinan DPR juga terlihat hadir dan mengisi bangku di barisan terdepan, yaitu Ketua DPR RI Setya Novanto serta Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dan Fadli Zon.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorFidel Ali

Close Ads X