Kompas.com - 17/06/2015, 17:41 WIB
Warga menyalakan lilin dalam acara doa bersama bagi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Surabaya, Jawa Timur, 31 Desember 2014. AP PHOTO / FIRDIA LISNAWATIWarga menyalakan lilin dalam acara doa bersama bagi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Surabaya, Jawa Timur, 31 Desember 2014.
EditorBayu Galih

SURABAYA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek berjanji akan membantu penyelesaian asuransi korban AirAsia QZ8501, karena hingga saat ini beberapa keluarga korban masih mengalami kendala dalam pencairan asuransi.

"Iya nanti kita bantu, dan pemerintah selalu mendorong agar asuransi diberikan sesuai dengan aturan. Makanya saya datang ke sini, dan berterima kasih banyak menerima masukan," ucap Nila saat berada di Surabaya, Jatim, Rabu (17/6/2015).

Sebelumnya, Nila berada di Surabaya untuk memberikan penghargaan kepada 64 anggota tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim atas keberhasilannya mengidentifikasi korban pesawat AirAsia QZ8501.

Sedangkan Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf mengakui sering menerima keluhan lambatnya pembayaran asuransi dari keluarga korban AirAsia QZ8501. Sebab, dari total korban, baru sekitar 35 persen yang diselesaikan oleh pihak maskapai.

"Saya sempat mendapat banyak keluhan terkait banyaknya keluarga korban AirAsia QZ-8501 yang belum menerima pembayaran asuransi. Hingga kini masih sekitar 35 persen keluarga korban yang menerima asuransi," ucapnya.

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, lambatnya pembayaran asuransi dikarenakan beberapa faktor, seperti masih dalam tahap persidangan untuk menentukan siapa yang layak menerima asuransi. Selain itu, apabila ada korban yang hanya meninggalkan seorang anak di bawah umur, tentu akan menunggu siapa pengasuhnya yang layak, kemudian diberikan asuransi tersebut.

"Masalah asuransi itu sudah ditangani oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan kita masih terus berupaya memproses persidangnya, karena lamanya proses itu menentukan siapa ahli warisnya," ujarnya.

Sebagaimana diatur Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, para korban kecelakaan pesawat berhak mendapatkan asuransi senilai Rp1,25 miliar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, pesawat AirAsia QZ8501 dengan rute Surabaya-Singapura kehilangan kontak di Perairan Karimata, Kalimantan pada akhir Desember 2014. Pesawat itu membawa 162 orang, terdiri dari penumpang beserta kru.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4,2 Juta Kasus Covid-19 dan Pentingnya Kemunculan Klaster Covid-19 di Sekolah Mendapat Perhatian

4,2 Juta Kasus Covid-19 dan Pentingnya Kemunculan Klaster Covid-19 di Sekolah Mendapat Perhatian

Nasional
Demokrat Yakin Hakim Agung Akan Profesional Dalam Menangani Gugatan AD/ART yang Diajukan Kubu Moeldoko

Demokrat Yakin Hakim Agung Akan Profesional Dalam Menangani Gugatan AD/ART yang Diajukan Kubu Moeldoko

Nasional
Satgas: Bukan Tak Mungkin Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Kemudian Hari

Satgas: Bukan Tak Mungkin Kasus Covid-19 Kembali Meningkat di Kemudian Hari

Nasional
Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

Ketua DPR Minta Pemerintah Percepat Vaksinasi Covid-19

Nasional
Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Keberatan JPU Tak Sertakan Keterangan Saksi

Nasional
Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks, Jumhur Hidayat Dituntut 3 Tahun Penjara

Nasional
Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran 'Begal Politik'

Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART, Demokrat: Cari Pembenaran "Begal Politik"

Nasional
KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

KSAU Pimpin Sertijab Danseskoau hingga Pangkoopsau III

Nasional
Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

Yusril Jadi Kuasa Hukum Kubu Moeldoko Ajukan Uji Materi AD/ART Demokrat ke MA

Nasional
Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

Panglima TNI, Kapolri, dan Ketua DPR Hadiri Bakti Sosial Alumni Akabri 1996 di Tangerang

Nasional
Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

Satgas: Jika Ada Kasus Positif Covid-19, Segera Tutup Sekolah

Nasional
Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

Forum Pemred Sahkan Kepengurusan Baru, Arfin Asydhad Ketua

Nasional
Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

Prof Sahetapy dan Kisah-kisah Anggota Dewan yang Terhormat

Nasional
Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

Cegah Insiden Serupa Penganiayaan Muhammad Kece Terulang, Polri Perketat Pengamanan Rutan

Nasional
Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Mengacu BPOM, Penggunaan Vaksin Pfizer Belum Diperbolehkan untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.