Kompas.com - 20/02/2015, 09:31 WIB
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrrachman Ruki berjanji akan bekerja optimal dalam mengusut semua kasus korupsi yang ditangani KPK. Ia menyampaikan hal itu setelah dilantik menjadi pimpinan KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Taufiq menegaskan, penanganan kasus korupsi tidak akan tebang pilih. Ia memastikan semua kasus yang sempat menggantung di KPK akan diupayakan dituntaskan.

"Kasus-kasus yang menggantung kita akan selesaikan, semuanya," kata Ruki.

Saat dipertegas mengenai penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat Komjen (Pol) Budi Gunawan, ia menyatakan kasus tersebut akan terus ditangani KPK. Pimpinan KPK akan melakukan kajian atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mengabulkan permohonan gugatan praperadilan Budi Gunawan.

"Itu (kasus Budi) juga yang akan kita tangani. Adanya putusan praperadilan jadi faktor bagaimana kita akan menangani itu," ujarnya.

Hakim Sarpin memutuskan bahwa penetapan tersangka Budi Gunawan oleh KPK tidak sah. Hakim menganggap KPK tidak memiliki kewenangan untuk mengusut kasus yang menjerat Budi. (Baca: Ini Putusan Hakim)

KPK menetapkan Budi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian

Hakim Sarpin menganggap permohonan tim pengacara Budi Gunawan termasuk dalam obyek praperadilan. Pihak Budi mempermasalahkan penetapannya sebagai tersangka oleh KPK. (Baca: Hakim Anggap Permohonan Budi Gunawan Termasuk Obyek Praperadilan)

Budi Gunawan meminta semua pihak, terutama KPK, agar menghormati putusan praperadilan tersebut. Berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi, kata dia, tidak ada langkah lain yang bisa dilakukan KPK atas putusan praperadilan itu.

Putusan praperadilan, kata Budi, final dan mengikat dan tidak dimungkinkan upaya hukum lain. (baca: Budi Gunawan Minta KPK Patuhi Putusan Praperadilan)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies: Fahmi Idris Hibahkan Waktu dan Harta untuk Bangsa

Anies: Fahmi Idris Hibahkan Waktu dan Harta untuk Bangsa

Nasional
UPDATE 22 Mei 2022: Ada 3.657 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 22 Mei 2022: Ada 3.657 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 22 Mei: Bertambah 3, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.522 Orang

UPDATE 22 Mei: Bertambah 3, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.522 Orang

Nasional
UPDATE 22 Mei: Tambah 285, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Capai 5.892.411

UPDATE 22 Mei: Tambah 285, Total Kasus Sembuh dari Covid-19 Capai 5.892.411

Nasional
UPDATE 22 Mei: Ada 227 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total 6.052.590

UPDATE 22 Mei: Ada 227 Kasus Baru Covid-19 di Indonesia, Total 6.052.590

Nasional
NU Berencana Gelar Konferensi Internasional Pemimpin Agama Seluruh Dunia

NU Berencana Gelar Konferensi Internasional Pemimpin Agama Seluruh Dunia

Nasional
Sejarah Pemilu 1955, Pemilu Perdana Setelah Indonesia Merdeka

Sejarah Pemilu 1955, Pemilu Perdana Setelah Indonesia Merdeka

Nasional
Nyatakan PKB Siap Masuk Koalisi Indonesia Bersatu, Cak Imin: Asal Saya Capresnya

Nyatakan PKB Siap Masuk Koalisi Indonesia Bersatu, Cak Imin: Asal Saya Capresnya

Nasional
Penerapan Teknologi pada Pemilu Diminta Dibarengi Kesiapan Masyarakat

Penerapan Teknologi pada Pemilu Diminta Dibarengi Kesiapan Masyarakat

Nasional
Fadli Zon: Fahmi Idris Berani Lawan Intel Pengancam Mahasiswa, Peristiwa Tak Terlupakan

Fadli Zon: Fahmi Idris Berani Lawan Intel Pengancam Mahasiswa, Peristiwa Tak Terlupakan

Nasional
Negara Rugi Rp 62,9 Triliun karena Korupsi pada 2021, yang Kembali Hanya Rp 1,4 Triliun

Negara Rugi Rp 62,9 Triliun karena Korupsi pada 2021, yang Kembali Hanya Rp 1,4 Triliun

Nasional
Keluarga Ungkap Fahmi Idris Idap Kanker Darah Sejak 2014

Keluarga Ungkap Fahmi Idris Idap Kanker Darah Sejak 2014

Nasional
Rata-rata Terdakwa Kasus Korupsi pada 2021 Divonis Ringan oleh Majelis Hakim

Rata-rata Terdakwa Kasus Korupsi pada 2021 Divonis Ringan oleh Majelis Hakim

Nasional
Sepanjang 2021, Rata-rata Terdakwa Kasus Korupsi Dituntut Tak sampai 4,5 Tahun Penjara oleh KPK dan Kejaksaan

Sepanjang 2021, Rata-rata Terdakwa Kasus Korupsi Dituntut Tak sampai 4,5 Tahun Penjara oleh KPK dan Kejaksaan

Nasional
KPU Diingatkan Pakai Teknologi pada Pemilu Bukan untuk Gaya-gayaan

KPU Diingatkan Pakai Teknologi pada Pemilu Bukan untuk Gaya-gayaan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.