Kompas.com - 02/12/2014, 14:00 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho

Kurikulum yang sofistik

Bertolak dari analisis tersebut, perubahan kurikulum yang selalu dilakukan setiap penggantian menteri hanya dimungkinkan oleh dua alasan. Pertama, kegagalan tiap menteri-baru dalam melihat mekanisme kerja sistem. Alih-alih memahami, menteri itu sendiri menjadi individu yang dikendalikan sistem sehingga ia hanya bisa melihat lapis permukaan sistem yang akibatnya hanya bisa bekerja secara administratif. Ia bekerja tanpa modal ideologi.

Kedua, kesengajaan dengan maksud mempertahankan kekuasaan (status quo). Di situ, perubahan hanyalah pengalihan dengan cara seolah-olah memberi harapan baru untuk perubahan. Ini adalah sisi lain kezaliman kekuasaan di hadapan rakyatnya. Di situ, tim perumus kurikulum tidak lain adalah para sofis. Sofisme, sebagaimana dijelaskan A Setyo Wibowo (Basis, No 11-12/63/2014 ) adalah cara berpikir dan berargumentasi yang njlimet, canggih, sangat rasional dan pintar, tetapi sebenarnya palsu dan membuat orang bingung.

Harapan baru tapi palsu sedemikian tampak jelas pada Kurikulum 2013 yang kontroversial itu. Saya tak ingin menambah ulasan kritis terhadapnya karena sudah terlalu banyak yang melakukannya, termasuk saya sendiri. Hal yang perlu disampaikan, kurikulum ini disebut perumusnya sebagai model yang bisa menjawab tantangan abad ke-21. Namun, ambisi ini sekaligus menempatkan guru seolah-olah tak tahu masalah abad ke-21 sehingga mereka perlu diberi petunjuk yang rigid, otaknya perlu diarahkan hingga pada cara-cara meyakini keberadaan Tuhan.

Akibatnya sudah bisa dibaca, ke depan guru akan kian diatur. Subyek guru akan kian lesap. Hal ini berarti Kurikulum 2013 akan kian menjauhkan cita-cita Mendikbud sebagaimana dikutip di awal. Dari sisi substansinya sendiri, sebagaimana dikatakan Kiai Maman Imanulhaq, kurikulum bertendensi religius itu justru  meninggalkan nilai-nilai religiositas, kecuali jika yang dimaksud religiositas hanya hal-hal permukaan. Kurikulum 2013, kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, yang kini anggota DPR (2014-2019) itu, mencerminkan nilai religiositas simbolik yang meninggalkan substansi ajaran agama. Walhasil, Kurikulum 2013 menjadi kurikulum sofistik, mengelabui.

Posisi Kurikulum 2013 sedemikian sesungguhnya juga telah melanggar UU  Sisdiknas No 20 Tahun 2003. Pasal 38 Ayat 1 jelas mengatur bahwa pemerintah hanya menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum (Standar Isi), sedangkan kurikulumnya "dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan Propinsi untuk pendidikan menengah" (ayat 2).

Jelas UU itu memosisikan guru sejalan dengan cita-cita Mendikbud. Di sekolah, guru dijadikan subyek yang leluasa menyalurkan potensi dan kemampuan kreatifnya. Saat siswa bertemu dengan subyek guru seperti itu, sekolah niscaya akan jadi miniatur dunia pembebasan. Jadi, tunggu apa lagi, Pak Menteri. Untuk memosisikan guru pada kursi utama pendidikan, Anda tinggal melaksanakan UU itu. Ubahlah posisi guru dengan kebijakan, bukan hanya dengan kata-kata sebagaimana dilakukan pejabat sebelum Anda. Nasi belum jadi bubur. Kurikulum 2013 masih bisa dibatalkan. Dengan ini cukup sudah dunia pendidikan dikelabui penguasa. Ke depan, jangan ada lagi rezim kurikulum. Maka, mari akhiri Kurikulum 2103 dan mulailah sekolah!

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Acep Iwan Saidi
Ketua Forum Studi Kebudayaan ITB

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber hhhhhhhhhh
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

Nasional
Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

Nasional
Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

Nasional
Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

Nasional
BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Nasional
Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Kemenkes Fokus Selamatkan Nyawa Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Nasional
Waspada, Hujan Ringan-Lebat Berpotensi Terjadi di Sekitar Puncak dan Lereng Semeru

Waspada, Hujan Ringan-Lebat Berpotensi Terjadi di Sekitar Puncak dan Lereng Semeru

Nasional
Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Bripda Randy Diberhentikan Tak Hormat

Kasus Bunuh Diri Mahasiswi NWR, Bripda Randy Diberhentikan Tak Hormat

Nasional
BMKG Sebut Penerbangan Masih Normal, Tak Terganggu Abu Vulkanik Semeru

BMKG Sebut Penerbangan Masih Normal, Tak Terganggu Abu Vulkanik Semeru

Nasional
UPDATE 5 Desember: 249.214 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate 0,12 Persen

UPDATE 5 Desember: 249.214 Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19, Positivity Rate 0,12 Persen

Nasional
Korban Luka akibat Erupsi Semeru Jadi 56 Orang, 35 Alami Luka Berat, 21 Lainnya Luka Ringan

Korban Luka akibat Erupsi Semeru Jadi 56 Orang, 35 Alami Luka Berat, 21 Lainnya Luka Ringan

Nasional
UPDATE 5 Desember: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 47,54 Persen, Dosis Pertama 68,39 Persen

UPDATE 5 Desember: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 47,54 Persen, Dosis Pertama 68,39 Persen

Nasional
UPDATE: Korban Jiwa akibat Erupsi Semeru Kini 14 Orang, Tambah 1

UPDATE: Korban Jiwa akibat Erupsi Semeru Kini 14 Orang, Tambah 1

Nasional
BNPB Sebut 5.205 Warga Terdampak Erupsi Semeru, 1.300 di Antaranya Mengungsi

BNPB Sebut 5.205 Warga Terdampak Erupsi Semeru, 1.300 di Antaranya Mengungsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.