Kompas.com - 15/10/2014, 14:44 WIB
Pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) hadir pada pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (22/7/2014) malam. KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014 dengan memperoleh 53,15 persen suara. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOPasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) hadir pada pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (22/7/2014) malam. KPU menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang Pilpres 2014 dengan memperoleh 53,15 persen suara. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com - GERAKAN Rakyat 20 Oktober bukan aksi menduduki Gedung DPR/MPR seperti tahun 1998. Geruduk merupakan gerakan rakyat untuk mengantar pemimpin rakyat, presiden terpilih Joko Widodo, yang akan dilantik pada 20 Oktober 2014 di Gedung MPR ke Istana Negara.

Jokowi pernah mengungkapkan, pemilu merupakan pesta rakyat. Sebagai sebuah pesta, rakyat perlu mengikuti atau melaksanakan pemilu dengan kegembiraan.

Puncak pemilihan presiden 2014 adalah pengambilan janji dan sumpah atau pelantikan presiden terpilih Joko Widodo dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla. Mengantar pemimpin rakyat ke Istana untuk bekerja lima tahun mendatang itulah yang ingin dilakukan Gerakan Rakyat 20 Oktober (Geruduk).

Geruduk yang dikoordinasi oleh sejumlah kelompok relawan akan membuat kegiatan unik dan berbeda dari acara-acara pelantikan presiden sebelumnya. Geruduk merencanakan ”pesta rakyat” penuh kegembiraan, meriah, dan damai.

”Kami ingin menunjukkan, Jokowi merupakan presiden seluruh rakyat Indonesia dan tokoh yang timbul dari dukungan rakyat, bukan elite,” kata M Yamin, Ketua Sekretariat Nasional Jokowi, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/10).

Diperkirakan lebih dari 100.000 orang akan terlibat dalam pesta rakyat tersebut. Menurut rencana, dalam kegiatan itu, setelah dilantik, Jokowi akan ”diarak” dari Gedung MPR ke Istana Negara dengan prosesi pawai atau kirab budaya.

Panel Barus dari Pusat Informasi Relawan menyebutkan, ada tiga acara yang disiapkan Geruduk pada 20 Oktober nanti. Pertama, pada pagi sampai siang mengawal pelantikan presiden. Kedua, dari siang sampai sore mengantar presiden rakyat dengan kirab budaya dari MPR ke Istana. Ketiga, dari sore sampai malam ada panggung rakyat di Monas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai pesta rakyat, acara kirab budaya atau pawai sesuai rencana akan dimeriahkan oleh berbagai aksi seni dan budaya, seperti ondel-ondel, sepeda hias, drumband, barongsai, pencak silat, dan debus. Masyarakat pun diminta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sehingga rute Jalan MH Thamrin dan Sudirman dapat dipadati.

Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto menyatakan, Jokowi sudah bersedia mengikuti kirab budaya atau pawai tersebut. Namun, beberapa kemungkinan masih dipertimbangkan.

Setelah dilantik, misalnya, Jokowi langsung menuju Semanggi atau Bundaran HI dengan kendaraan dinas kepresidenan. Setelah di Semanggi atau Bundaran HI, Jokowi akan turun dari kendaraan dinas dan mengikuti kirab budaya dengan naik andong sampai Istana Negara. ”Kalau dari Semanggi terlalu jauh dan panas,” kata Andi.

Dari sore sampai malam juga digelar panggung rakyat yang dikoordinasi oleh grup musik Slank. Pada kesempatan itu, direncanakan Jokowi memberikan sambutan atau pidato.

Mengapa Geruduk dilakukan oleh kelompok relawan? Menurut Joanes Joko, Koordinator Nasional Duta Jokowi, Geruduk ingin menunjukkan bahwa pemimpin seharusnya tidak berjarak dengan rakyat. ”Ini persoalan revolusi mental. Pemimpin tidak ada pembatas dengan rakyat. Kemenangan Jokowi menjadi presiden merupakan kemenangan rakyat,” tuturnya.

Budi Arie Setiadi, Ketua Umum Projo, meminta maaf dan meminta masyarakat dapat memahami jika acara Geruduk berimbas pada arus lalu lintas. (Ferry Santoso)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mendagri Minta Daerah Siapkan Skenario Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19

Mendagri Minta Daerah Siapkan Skenario Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Langkah Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART Demokrat Dinilai Tak Etis

Langkah Kubu Moeldoko Uji Materi AD/ART Demokrat Dinilai Tak Etis

Nasional
Jokowi: Semoga Pelantikan Pengurus Jadi Momentum Energi Baru untuk PKP

Jokowi: Semoga Pelantikan Pengurus Jadi Momentum Energi Baru untuk PKP

Nasional
Atlet Paralimpiade Indonesia Berjaya di Tokyo, Ini Janji Mensos untuk Mereka

Atlet Paralimpiade Indonesia Berjaya di Tokyo, Ini Janji Mensos untuk Mereka

Nasional
Oktober, Fitur PeduliLindungi Ada di Gojek, Tokopedia, hingga Jaki

Oktober, Fitur PeduliLindungi Ada di Gojek, Tokopedia, hingga Jaki

Nasional
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dijemput KPK, MKD: Di Luar Dugaan Kami

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dijemput KPK, MKD: Di Luar Dugaan Kami

Nasional
Wapres Ingatkan Revisi UU ASN Jangan Sampai Lemahkan Reformasi Birokrasi

Wapres Ingatkan Revisi UU ASN Jangan Sampai Lemahkan Reformasi Birokrasi

Nasional
Kuasa Hukum ICW dan Fatia Datangi Komnas HAM, Minta Perlindungan Pekerja HAM

Kuasa Hukum ICW dan Fatia Datangi Komnas HAM, Minta Perlindungan Pekerja HAM

Nasional
Dijemput Penyidik KPK, Azis Syamsuddin Tiba di Gedung Merah Putih

Dijemput Penyidik KPK, Azis Syamsuddin Tiba di Gedung Merah Putih

Nasional
Puan: Vaksin Kita Banyak, Jangan Sampai Tidak Disuntikkan

Puan: Vaksin Kita Banyak, Jangan Sampai Tidak Disuntikkan

Nasional
Ketua KPK: Azis Syamsuddin Sudah Dibawa ke Gedung KPK

Ketua KPK: Azis Syamsuddin Sudah Dibawa ke Gedung KPK

Nasional
Kemenkes: Hampir 9.000.000 Orang yang Gunakan PeduliLindungi

Kemenkes: Hampir 9.000.000 Orang yang Gunakan PeduliLindungi

Nasional
Epidemiolog Sebut Masih Banyak Masyarakat di Papua Percaya Covid-19 dari Roh Jahat

Epidemiolog Sebut Masih Banyak Masyarakat di Papua Percaya Covid-19 dari Roh Jahat

Nasional
Beri Apresiasi Atlet Paralimpiade, Mensos Risma Janji Bangun Tempat Latihan

Beri Apresiasi Atlet Paralimpiade, Mensos Risma Janji Bangun Tempat Latihan

Nasional
KTP Dinilai Bisa Jadi Alternatif agar Warga Bisa Beraktivitas meski Tak Punya Aplikasi PeduliLindungi

KTP Dinilai Bisa Jadi Alternatif agar Warga Bisa Beraktivitas meski Tak Punya Aplikasi PeduliLindungi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.