Amien: Mau Musyawarah atau "Voting" Pilih Pimpinan MPR, Kami Tak Pakai Otot-ototan

Kompas.com - 06/10/2014, 18:53 WIB
Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PAN Amien Rais, berbicara saat deklarasi pencapresan Prabowo Subianto dan bakal cawapres Hatta Rajasa, di Jakarta Timur, Senin (19/5/2014).  Prabowo dan Hatta yang diusung enam partai, yaitu Gerindra, PAN, PKS, PPP, Golkar, dan PBB ini akan mendaftarkan diri ke KPU pada Selasa esok hari. TRIBUNNEWS/HERUDIN HERUDINKetua Majelis Pertimbangan Pusat PAN Amien Rais, berbicara saat deklarasi pencapresan Prabowo Subianto dan bakal cawapres Hatta Rajasa, di Jakarta Timur, Senin (19/5/2014). Prabowo dan Hatta yang diusung enam partai, yaitu Gerindra, PAN, PKS, PPP, Golkar, dan PBB ini akan mendaftarkan diri ke KPU pada Selasa esok hari. TRIBUNNEWS/HERUDIN
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mendatangi ruang fraksi PAN di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2014). Amien mengaku tengah memantau dinamika pemilihan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Amien pun menyatakan koalisi Merah Putih (KMP) akan siap melakukan musyawarah atau pun voting.

"Saya datang ke fraksi PAN, perkembangan mutakhir baru dengar berita bahwa sidang paripurna MPR ditunda sampai besok jam 10 pagi. Karena itu, saya mengharapkan supaya semua lancar, mau musyawarah atau voting, kami tidak akan pakai otot-ototan," ujar Amien usai pertemuan.

Amien bercerita bahwa pada saat dirinya dulu menjadi Ketua MPR, proses pemilihan dilakukan melalui voting. Demikian pula saat Hidayat Nur Wahid menggantikannya. Apabila pada proses kali ini dilakukan voting, menurut dia, itu bukan hal yang aneh.

"KMP itu tidak akan otoriter. Kalau musyawarah bagaimana, kalau voting bagaimana," kata dia.

Amien berharap agar proses pemilihan besok bisa berjalan lancar. Ia mengaku mendengar bahwa proses pemilihan akhirnya ditunda karena Dewan Perwakilan Daerah yang juga belum satu suara. (baca: Berkat Dukungan PPP, Pemilihan Pimpinan MPR Diundur Besok)

"Mengapa ditunda, ada beberapa fraksi yang belum siap, DPD belum siap. Calon yang dilempar ke pimpinan MPR mereka masih menimbang-nimbang yang kedengaran ibu Asmawati dan Oesman Sapta. Kita harapkan berjalan lancar," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Agung Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Garuda ke Tahap Penyidikan

Jaksa Agung Naikkan Kasus Dugaan Korupsi Garuda ke Tahap Penyidikan

Nasional
Kemendikbud Tegaskan PTM Terbatas Menyesuaikan Tingkat PPKM

Kemendikbud Tegaskan PTM Terbatas Menyesuaikan Tingkat PPKM

Nasional
Ryamizard Ryacudu, Veteran Perang di Pusaran Kasus Proyek Satelit Kemenhan

Ryamizard Ryacudu, Veteran Perang di Pusaran Kasus Proyek Satelit Kemenhan

Nasional
Mahfud: Presiden Beri Arahan Slot Orbit 123 Diselamatkan Tanpa Langgar Aturan, tapi...

Mahfud: Presiden Beri Arahan Slot Orbit 123 Diselamatkan Tanpa Langgar Aturan, tapi...

Nasional
Arteria Dahlan Perlu Minta Maaf soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Saan Mustopa: Itu yang Terbaik

Arteria Dahlan Perlu Minta Maaf soal Copot Kajati Berbahasa Sunda, Saan Mustopa: Itu yang Terbaik

Nasional
Wamenhan Soroti Pentingnya Kolaborasi untuk Perbarui Kebijakan Pertahanan Negara

Wamenhan Soroti Pentingnya Kolaborasi untuk Perbarui Kebijakan Pertahanan Negara

Nasional
Lima Mobil Mewah Diduga Milik Anggota DPR Pakai Pelat Mirip Polisi, Punya Siapa?

Lima Mobil Mewah Diduga Milik Anggota DPR Pakai Pelat Mirip Polisi, Punya Siapa?

Nasional
Surpres Calon Anggota KPU-Bawaslu Sudah Diterima, Komisi II Rencanakan 'Fit and Proper Test' Awal Februari

Surpres Calon Anggota KPU-Bawaslu Sudah Diterima, Komisi II Rencanakan "Fit and Proper Test" Awal Februari

Nasional
KSAU Serahkan 182 Kendaraan Dinas ke Satuan TNI AU

KSAU Serahkan 182 Kendaraan Dinas ke Satuan TNI AU

Nasional
Bareskrim Ungkap Total Kerugian Sementara Kasus Investasi Bodong Sunmod Alkes Capai Rp 503 Miliar

Bareskrim Ungkap Total Kerugian Sementara Kasus Investasi Bodong Sunmod Alkes Capai Rp 503 Miliar

Nasional
Pimpinan DPR Minta Pemerintah Konsisten, Proyek Ibu Kota Tak Bebani APBN

Pimpinan DPR Minta Pemerintah Konsisten, Proyek Ibu Kota Tak Bebani APBN

Nasional
Soal Kabar Kunjungan ke Israel, Kepala BNPB: Itu Hoaks

Soal Kabar Kunjungan ke Israel, Kepala BNPB: Itu Hoaks

Nasional
Formasi Guru PPPK di Daerah Terpencil Sepi Peminat, Nadiem Sebut Masalahnya Bukan Hanya Uang

Formasi Guru PPPK di Daerah Terpencil Sepi Peminat, Nadiem Sebut Masalahnya Bukan Hanya Uang

Nasional
Kian Melesatnya Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Usai Omicron Ditemukan di Jakarta

Kian Melesatnya Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Usai Omicron Ditemukan di Jakarta

Nasional
Saat Saksi Minta Munarman Bersabar Hadapi Perkara

Saat Saksi Minta Munarman Bersabar Hadapi Perkara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.