Jokowi: Yang Namanya Bagi-bagi Kursi, Belum Berangkat Sudah Diberikan

Kompas.com - 16/09/2014, 22:58 WIB
Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla memberikan keterangan pada wartawan terkait porsi kabinetnya, di Rumah Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Senin (15/9/2014). Rencananya Kabinet Jokowi-JK akan diperkuat 34 kementerian yang terdiri dari 18 orang profesional dan 16 orang dari partai politik. TRIBUN / DANY PERMANAPresiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla memberikan keterangan pada wartawan terkait porsi kabinetnya, di Rumah Transisi Jokowi-JK, Jakarta, Senin (15/9/2014). Rencananya Kabinet Jokowi-JK akan diperkuat 34 kementerian yang terdiri dari 18 orang profesional dan 16 orang dari partai politik.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden terpilih Joko Widodo membantah komposisi 16 kursi menteri yang akan diisi oleh profesional dengan latar belakang partai politik merupakan bagian dari bagi-bagi jatah dan kekuasaan. Menurut dia, sejak awal, tak ada yang dijanjikan pada partai-partai pendukung Jokowi-Jusuf Kalla.

"Yang namanya bagi-bagi kursi itu belum berangkat sudah diberikan. Hei kamu, kalau ikut saya beri tiga, kalau ikut saya beri empat, lalu saya beri menteri utama," ujar Jokowi, yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota, Jakarta, Selasa (16/9/2014).

Jokowi mengatakan, yang dilakukannya tidak hanya melakukan kajian terhadap postur kabinet, tetapi juga melakukan kajian terlebih pada komposisi menteri. Salah satu yang dikaji, kata Jokowi, apakah butuh dukungan dari partai politik atau tidak untuk memastikan pemerintahan berjalan stabil. Hasilnya, pemerintah tetap membutuhkan dukungan partai politik.

"Sekarang bedanya kan saya punya kalkulasi terlebih dulu. Kalau sudah begitu, kamu mau setor seratus menteri ndak apa-apa, mau setor 50 ndak apa-apa. Silakan," kata dia.

Jokowi yakin keputusannya mengalokasikan 16 menteri dari partai politik tetap berorientasi pada merealisasikan janji-janji kampanyenya.

Sebelumnya diberitakan, komitmen Jokowi untuk tidak bagi-bagi kursi dalam kabinet mendatang dipertanyakan setelah ia menyebut 16 dari 34 kementetian di kabinetnya akan diisi oleh sosok yang berasal dari partai politik, sementara 18 kementerian akan dijabat dari kalangan profesional.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X