PAN: Lebih Banyak Gesekan di Kubu Jokowi-JK

Kompas.com - 23/08/2014, 09:33 WIB
Wakil Ketua Umum DPP PAN Drajad Wibowo KOMPAS.com/Indra AkuntonoWakil Ketua Umum DPP PAN Drajad Wibowo
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad Wibowo, menyayangkan beredarnya informasi bahwa partainya akan mengalihkan dukungan dari barisan pendukung Prabowo-Hatta ke barisan partai yang mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Menurut dia, informasi itu keliru karena PAN telah memilih dan konsisten berada di luar pemerintahan.

"Kami sangat solid. Kalau ada yang menggosipkan, kenapa koalisi merah putih yang digosipin? Kenapa koalisi Pak Jokowi-JK tidak digosipin padahal terancam tidak solid juga," kata Dradjad, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/8/2014).

Dradjad menyampaikan hal itu karena memiliki pengalaman pribadi ketika ada beberapa elite partai pendukung Jokowi-Jusuf Kalla yang mempermasalahkan penyusunan kabinet pemerintahan. Bahkan lebih dari itu, persaingan di intenal partai pendukung Jokowi-JK juga terjadi dalam memperebutkan posisi Ketua DPR dan Ketua MPR.

"Gesekan di kubu Jokowi lebih banyak. Karena ada gesekan penyusunan kabinet, dan pemilihan ketua parlemen," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi sempat melontarkan adanya sinyal dari PAN dan Partai Demokrat yang akan berbalik mendukungnya. Tapi elite masing-masing partai itu membantah setelah menyatakan sikap setia berada di luar pemerintahan bersama partai pendukung Prabowo-Hatta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X