Desakan Munas karena Aburizal Dituding Manfaatkan Golkar Secara Pribadi

Kompas.com - 20/07/2014, 09:53 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (28/6/2014) Arimbi RamadhianiKetua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (28/6/2014)
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Situasi panas di internal Partai Golkar belum juga mereda dan bahkan terus meruncing. Muncul suara dari tokoh Golkar lintas generasi untuk melengserkan Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum Partai Golkar melalui musyawarah nasional.

Politisi senior Partai Golkar, Zainal Bintang mengatakan, ia bersama tokoh senior Golkar lainnya merasa prihatin dengan kondisi partainya di bawah kepemimpinan Aburizal. Selain gagal di Pemilu 2014, arogansi Aburizal dalam memimpin juga membuat Golkar terbelah.

"Sekarang teman-teman secara keseluruhan menilai Golkar jatuh menjadi alat kepentingan pribadi. Ini memperihatinkan. Jalan keluarnya gelar munas tahun ini juga," kata Zainal, saat dihubungi, Minggu (20/7/2014).

Ketua Koordinator Eksponen Tri Karya Golkar itu melanjutkan, tokoh internal dari lintas generasi telah menggelar pertemuan dan menyatakan sikap untuk mendesak Aburizal menggelar munas paling lambat 4 Oktober 2014. Jika lewat dari waktu tersebut, maka Aburizal diancam akan berhadapan dengan munas luar biasa.

Pertemuan tokoh Golkar lintas generasi itu berlanjut dengan pertemuan bersama mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, Sabtu (19/7/2014) kemarin, di Jakarta.

Selain Zainal, mereka yang bertemu JK adalah Agung Laksono, Fahmi Idris, Andi Mattalatta, Yorris Raweyai dan Lawrence Siburian. Selain membahas kondisi terkini Golkar, dalam pertemuan itu juga dibahas persiapan syukuran terkait rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I Partai Golkar.

Rencananya, syukuran akan digelar di sebuah hotel bintang lima di wilayah Jakarta Selatan, pada 24 Juli 2014.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Aburizal telah lebih dulu menggelar pertemuan dengan DPD I Golkar di Hotel Four Sesions, Jakarta, pada Sabtu (19/7/2014). Dalam pertemuan itu, Aburizal menyatakan Munas Golkar baru akan digelar pada 2015.

Pernyataan Aburizal itu mendapat dukungan dari beberapa Ketua DPD I Golkar, di antaranya Ketua DPD I Golkar Gorontalo, Rusli Habibie, dan Ketua DPD I Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta, Gandung Pardiman.

Rusli mendukung keputusan Aburizal yang memecat sejumlah kader karena mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sementara Gandung menolak undangan untuk bertemu dengan Jusuf Kalla.

Sesuai AD-ART Golkar, munas seharusnya digelar tiap lima tahun, dan tahun ini seharusnya digelar di bulan Oktober.  Namun, pada Munas 2009 direkomendasikan agar munas selanjutnya digelar pada 2015. Pertimbangannya adalah kesibukan politik yang akan dihadapi Golkar dalam menghadapi Pilpres 2014.  Tetapi karena Golkar kalah di Pileg 2014, akhirnya gagal mengusung calon di Pilpres 2014 dan mengundang usulan untuk evaluasi besar-besaran. Kekecewaan di internal terus terdengar dan menilai Aburizal gagal secara politik dalam menjaga kejayaan Golkar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

HUT ke-50 Korpri, Jokowi: Jadilah Abdi Negara yang Tangguh dan Inovatif

HUT ke-50 Korpri, Jokowi: Jadilah Abdi Negara yang Tangguh dan Inovatif

Nasional
WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk ke Indonesia, Kecuali untuk Delegasi G20

WNA dari 11 Negara Dilarang Masuk ke Indonesia, Kecuali untuk Delegasi G20

Nasional
Mengenal Kapal Selam KRI Cakra-401 yang Baru Selesai Jalani 'Overhaul'

Mengenal Kapal Selam KRI Cakra-401 yang Baru Selesai Jalani "Overhaul"

Nasional
Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser, Anggota Komisi VI Nilai Bukan Politisasi

Erick Thohir Jadi Anggota Kehormatan Banser, Anggota Komisi VI Nilai Bukan Politisasi

Nasional
Antisipasi La Nina, KSAL Perintahkan Jajarannya Siapkan Sarana-Prasarana dan SAR

Antisipasi La Nina, KSAL Perintahkan Jajarannya Siapkan Sarana-Prasarana dan SAR

Nasional
Aturan Terbaru Perjalanan Internasional, WNI yang Masuk dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Aturan Terbaru Perjalanan Internasional, WNI yang Masuk dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Nasional
PPKM Jawa-Bali Berakhir Saat Varian Omicron Jadi Perhatian, Akankah Diperketat?

PPKM Jawa-Bali Berakhir Saat Varian Omicron Jadi Perhatian, Akankah Diperketat?

Nasional
KPK Yakin Hakim MA Independen dan Profesional Tangani Kasasi Edhy Prabowo

KPK Yakin Hakim MA Independen dan Profesional Tangani Kasasi Edhy Prabowo

Nasional
Sekjen Gerindra Minta Kader Belajar dari PDI-P untuk Pertahankan Kepercayaan Masyarakat

Sekjen Gerindra Minta Kader Belajar dari PDI-P untuk Pertahankan Kepercayaan Masyarakat

Nasional
Apakah Varian Omicron Berpengaruh pada Efektivitas Vaksin? Ini Kata Luhut

Apakah Varian Omicron Berpengaruh pada Efektivitas Vaksin? Ini Kata Luhut

Nasional
KRI Cakra-401 Selesai 'Overhaul', TNI AL Tunggu Kemenhan untuk Serah Terima

KRI Cakra-401 Selesai "Overhaul", TNI AL Tunggu Kemenhan untuk Serah Terima

Nasional
Persiapkan Pemilu 2024, PPP Targetkan 3.000 Kursi DPRD

Persiapkan Pemilu 2024, PPP Targetkan 3.000 Kursi DPRD

Nasional
Muncul Varian Omicron, Menkes: Kemungkinan Besar Lebih Cepat Penularannya

Muncul Varian Omicron, Menkes: Kemungkinan Besar Lebih Cepat Penularannya

Nasional
Gerindra Berharap Dapat Koalisi dengan PDI-P untuk Menangkan Prabowo sebagai Presiden

Gerindra Berharap Dapat Koalisi dengan PDI-P untuk Menangkan Prabowo sebagai Presiden

Nasional
Dongkrak Elektoral untuk 2024, PPP Gelar Workshop Anggota DPRD Se-Indonesia

Dongkrak Elektoral untuk 2024, PPP Gelar Workshop Anggota DPRD Se-Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.