Anies: JK Berpikir "Out of the Box"

Kompas.com - 24/06/2014, 16:19 WIB
Calon presiden Joko Widodo dan calon wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara Deklarasi Piilpres Berintegritas dan Damai di Jakarta, Selasa (3/6/2014). Acara yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum tersebut menandai dimulainya masa kampanye Pilpres dari 4 Juni sampai 5 Juli. TRIBUN / DANY PERMANACalon presiden Joko Widodo dan calon wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara Deklarasi Piilpres Berintegritas dan Damai di Jakarta, Selasa (3/6/2014). Acara yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum tersebut menandai dimulainya masa kampanye Pilpres dari 4 Juni sampai 5 Juli.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSandro Gatra


DEPOK, KOMPAS.com — Juru Bicara Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Anies Baswedan, menilai Jusuf Kalla (JK) sebagai tokoh yang energik. Meski usianya sudah tua, Anies menilai JK memiliki pemikiran layaknya anak muda.

"Pak JK itu energik, meski di usianya yang sudah 72 tahun, energi dia tetap luar biasa. Usia 40-an saja belum tentu bisa seperti dia," ujar Anies saat acara diskusi panel Fisip untuk Bangsa di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (24/6/2014).

Anies memberi contoh ketika JK menyikapi protes dari negara tetangga terkait asap dari terbakarnya lahan di Riau dan sekitarnya.

"JK berpikir out of the box. Misalnya, saat diprotes negara tetangga yang kena asap polusi dari kita, jawaban dia sangat kreatif. Dia bilang, 'Sebulan ini memang ada asap dari Indonesia, tapi 11 bulan kita kirimkan udara bersih dan mereka tak berterima kasih'. Itu pikiran yang luar biasa sekali," kata Anies. (baca: JK: Kenapa Pula Harus Minta Maaf ke Malaysia dan Singapura?)

Hal itu dikatakan Anies untuk menjawab pernyataan Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Tantowi Yahya, yang juga hadir dalam acara itu. Tantowi mengkritik JK yang kembali maju sebagai cawapres mendampingi Jokowi.

"Kita curigai kalau yang sudah pernah jadi wapres, kok sekarang mau jadi wapres lagi. Kan sudah pernah merasakan jadi wapres," kata Tantowi.

Tantowi juga menyoroti usia Kalla yang sudah memasuki 72 tahun. Dia menilai, dengan usia setua itu, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu sudah tidak ideal untuk menjadi cawapres, apalagi mendampingi Jokowi yang berusia relatif muda.

"Pak JK sudah uzur. Yah mbok diserahkanlah kepada yang umurnya 50-an atau 40-an. Jadi, kan cocok, sama-sama pasangan muda," ujar politisi Partai Golkar itu.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X