SBY Curhat Pengalamannya Ditelikung TNI/Polri Saat Pemilu 2004

Kompas.com - 02/06/2014, 14:14 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika mendengarkan sambutan mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) pada masa Orde Baru yang juga Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Mayjen TNI (Purn) Tiopan Bernhard Silalahi saat mengunjungi Baruga Pak Letnan di Desa Taulan, Kecamatan Kabere, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Kamis (20/2/2014). Baruga Pak Letnan merupakan bekas markas pasukan TB Silalahi pada operasi Keamanan Dalam Negeri (Kamdagri) untuk menumpas DI/TII Kahar Muzakar pada sekitar tahun 1962-1965. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR SANOVRA JRPresiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika mendengarkan sambutan mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) pada masa Orde Baru yang juga Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Mayjen TNI (Purn) Tiopan Bernhard Silalahi saat mengunjungi Baruga Pak Letnan di Desa Taulan, Kecamatan Kabere, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Kamis (20/2/2014). Baruga Pak Letnan merupakan bekas markas pasukan TB Silalahi pada operasi Keamanan Dalam Negeri (Kamdagri) untuk menumpas DI/TII Kahar Muzakar pada sekitar tahun 1962-1965. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com --
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku punya pengalaman pahit dalam Pemilihan Presiden 2004 lalu. SBY yang saat itu maju sebagai calon presiden berdampingan dengan Jusuf Kalla mengaku telah ditelikung kubu TNI/Polri yang tidak netral dan berpihak ke salah satu kandidat calon presiden.

"Dalam Pemilu 2004, meskipun secara umum pemilunya damai dan demokratis, dan itu tonggak sejarah, kita bangga. Tapi ada catatan, ada beberapa. Sebagian berkaitan dengan TNI/Polri, maka tepat kalau saya sampaikan di hadapan para petinggi TNI/Polri untuk menjadi pelajaran," ujar Presiden dalam pertemuan perwira tinggi TNI/Polri di Kementerian Pertahanan, Senin (2/6/2014).

Presiden mencontohkan, ketika itu ada seorang perwira menengah Polri di hadapan sebuah komunitas dan disiarkan oleh televisi melarang anggotanya untuk memilih calon presiden tertentu. Selain itu, Presiden juga menyinggung sebuah rapat pimpinan TNI/Polri yang melarang memilih partai tertentu.

"Biarkan ini jadi masa lalu kita, karena saya yakin saudara tidak akan melakukan hal-hal seperti itu, utamanya pilpres. Hal itu sudah lama saya maafkan," ujar SBY sambil menatap lurus ke hadapan 200 perwira tinggi TNI/Polri itu.

SBY mengaku tak menjegal karier para perwira itu meski pada 2004 dia terpilih sebagai presiden. Para perwira itu, sebut SBY, bahkan kini sudah memiliki karier yang baik hingga menjadi jenderal. Namun, SBY mengingatkan agar hal seperti itu tidak terulang pada tahun 2014.

"Meski kita sudah memaafkan, forgive but not forget. Maka, mari kita buat, Pak Prabowo-Hatta Rajasa, serta Jokowi-JK mendapatkan kesempatan untuk melakukan kompetisi secara damai, secara sehat, secara bermartabat, dan secara berkualitas," ucap Presiden SBY.

Pemaparan yang dilakukan SBY ini dilakukannya untuk mengingatkan perlunya netralitas TNI/Polri. SBY mengaku menerima informasi yang valid soal adanya pihak calon presiden yang menarik dukungan dari jenderal aktif. SBY pun meminta agar jenderal aktif yang tergoda terjun ke dunia politik lebih baik mengajukan surat pengunduran diri kepadanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Luar Jawa-Bali Berakhir Hari Ini, Berikut Situasi Covid-19 Terbaru

PPKM Luar Jawa-Bali Berakhir Hari Ini, Berikut Situasi Covid-19 Terbaru

Nasional
Diundang Sosialisasi Alih Status, Eks Pegawai KPK Harap Posisi dan Peran di Polri Diperjelas

Diundang Sosialisasi Alih Status, Eks Pegawai KPK Harap Posisi dan Peran di Polri Diperjelas

Nasional
Erupsi Semeru, Perintah Presiden Jokowi dan Kata Mbah Rono

Erupsi Semeru, Perintah Presiden Jokowi dan Kata Mbah Rono

Nasional
Airlangga Minta Kader Golkar Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Airlangga Minta Kader Golkar Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
Bakamla Evakuasi 2 Warga Terjebak di Longboat Mati Mesin di Perairan Maluku

Bakamla Evakuasi 2 Warga Terjebak di Longboat Mati Mesin di Perairan Maluku

Nasional
Survei Indikator: 72 Persen Responden Puas atas Kinerja Jokowi, Tertinggi Selama Pandemi

Survei Indikator: 72 Persen Responden Puas atas Kinerja Jokowi, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
Survei Indikator: Risma dan Sri Mulyani Menteri Berkinerja Terbaik

Survei Indikator: Risma dan Sri Mulyani Menteri Berkinerja Terbaik

Nasional
[POPULER NASIONAL] Erupsi Gunung Semeru Tak Seperti Letusan Merapi di 2010 | 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Semeru, Baru 2 Teridentifikasi

[POPULER NASIONAL] Erupsi Gunung Semeru Tak Seperti Letusan Merapi di 2010 | 13 Orang Meninggal akibat Erupsi Semeru, Baru 2 Teridentifikasi

Nasional
Erupsi Semeru, Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat 30 Hari

Erupsi Semeru, Bupati Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat 30 Hari

Nasional
Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

Polri Gelar Operasi Aman Nusa II Tangani Dampak Erupsi Semeru, 945 Personel Dikerahkan

Nasional
Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

Tangani Dampak Erupsi Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Kerahkan Tim Respons dari Empat Kota

Nasional
Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Muhaimin Instruksikan Kader PKB Bantu Warga Terdampak Erupsi Semeru

Nasional
Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

Luncurkan Kapal Cepat Rudal Kelima, Prabowo: Tanpa Kekuatan Maritim yang Kuat, Tak Mungkin Negara Kuat

Nasional
Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

Survei Indikator: Polri Geser KPK Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

Nasional
BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

BNPB Kirim 20.000 Masker untuk Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.