Gerindra Merasa Paling Banyak Diserang Kampanye Hitam

Kompas.com - 04/04/2014, 09:03 WIB
Bendera Partai Gerindra terbentang saat kampanye terbuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (23/3/2014). KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNABendera Partai Gerindra terbentang saat kampanye terbuka di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (23/3/2014).
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com —
Ketua Badan Pemenangan Nasional Pemilu Legislatif 2014 Partai Gerindra Moekhlas Sidik mengatakan, dalam masa kampanye Pemilu Legislatif kali ini, Gerindra banyak mendapatkan serangan kampanye hitam, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

"Banyak serangan yang kami dapatkan, terutama di media sosial, salah satunya adalah akun Twitter yang mengatasnamakan Abraham Samad yang menyerang Gerindra dan Prabowo Subianto," kata Moeklas, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (3/4/2014), seperti dikutip dari Antara.

Tak hanya itu, lanjut dia, Gerindra juga diserang di media sosial dari "pasukan nasi bungkus" milik pihak lain. Menurut dia, Partai Gerindra menyadari bahwa dalam perjuangan pasti ada rintangan, begitu juga dengan yang dihadapi Gerindra pada masa mendekati pemilu ini.

"Banyak fitnah dan tudingan tidak berdasar yang ditujukan kepada kami yang bisa dikategorikan sebagai kampanye hitam. Serangan yang diterima Gerindra termasuk yang paling besar jika dibandingkan dengan partai politik lainnya," tuturnya.


Meski demikian, tambah dia, Gerindra tidak gentar terhadap berbagai serangan tersebut. Pihaknya tetap optimistis akan meraih kemenangan dalam Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden. "Upaya-upaya pemenangan terus kami jalankan agar dapat meraih hasil yang maksimal dalam pesta demokrasi ini," ucap Moekhlas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X