Polri: Kekerasan Politik Jelang Pemilu di Aceh Meningkat

Kompas.com - 27/03/2014, 15:38 WIB
KOMPAS.com/DASPRIANI Y ZAMZAMI Polisi memeriksa lokasi pelemparan granat oleh orang tak dikenal terhadap posko Partai Aceh di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh, Selasa (11/3/2014).


JAKARTA, KOMPAS.com - Asisten Operasi Kepala Polri Irjen Arif Wachyunadi mengatakan, jumlah kasus kekerasan politik menjelang pemilihan umum legislatif di Aceh mengalami peningkatan. Polri terus berupaya mencegah potensi konflik tersebut.

"Betul, ada peningkatan," ujar Arif dalam diskusi "Pemilu Damai tanpa Kekerasan dan Penyelesaian Pelanggaran HAM" di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (27/3/2014).

Arif mengatakan, sebelum pemilu legislatif 2009, terjadi 21 kasus kekerasan. Polisi juga mencatat ada dua kasus kekerasan pada pemilihan presiden pada tahun itu.

Tahun ini, kata Arif, telah terjadi 19 kasus kekerasan sebelum masa kampanye terbuka pada 16 Maret 2014. Sejak kampanye terbuka dimulai hingga sekarang, terjadi lima kasus kekerasan.

Arif menyebutkan, 31 kepolisian daerah dan satu satuan tugas pusat diberdayakan untuk pengamanan pemilu. Sebanyak 253.035 personel dikerahkan untuk pengamanan itu. "Khusus untuk Aceh ada peningkatan personel," katanya.

Untuk mencegah konflik, Polri telah melakukan upaya identifikasi potensi gangguan Pemilu 2014. Mendekati level ambang gangguan dan gangguan nyata, Polri melakukan sinergi dengan masyarakat sekitar.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho

Close Ads X