Jaksa Subri Kembali Diperiksa KPK soal Kasus Tanah di Lombok Tengah

Kompas.com - 12/03/2014, 12:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kejaksaan Negeri Praya Subri memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Rabu (12/3/2014) pagi. Subri akan menjalani pemeriksaan lanjutan dalam kasus tindak pidana korupsi suap terkait penanganan perkara tanah di Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah.

Subri tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.30 WIB. Tanpa mengucapkan sepatah kata, dia memasuki Gedung KPK.

Terkait kasus suap perkara tanah di PN Priya, KPK juga memeriksa tiga saksi. Saksi tersebut adalah Lusita Anie Razak, Deni Septiawan, dan politikus non-aktif Partai Hanura Bambang Wiratmadji Soeharto. "Mereka mau dikonfirmasi mengenai apa yang mereka tahu soal kasus itu," ujar Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha saat dihubungi di Jakarta, Rabu pagi.

Subri menjadi tersangka penerima suap dari seorang pengusaha bernama Lusita. Lusita yang telah ditetapkan sebagai tersangka diduga memberikan 16.400 dollar AS dan Rp 23 juta kepada Subri untuk mengurus perkara pemalsuan sertifikat tanah. Penyidik KPK memergoki mereka di sebuah kamar hotel di kawasan Pantai Senggigi, Nusa Tenggara Barat, pada 14 Desember 2013.


Subri dijerat Pasal 12 (a) dan (b) atau Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Ia diancam pidana maksimal kurungan penjara 20 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho

Terkini Lainnya

Diguyur Hujan, Grup Sabyan Gambus Hibur Pendukung Prabowo-Sandiaga

Diguyur Hujan, Grup Sabyan Gambus Hibur Pendukung Prabowo-Sandiaga

Regional
SDF Serukan Bentuk Pengadilan Internasional untuk Para Tersangka ISIS

SDF Serukan Bentuk Pengadilan Internasional untuk Para Tersangka ISIS

Internasional
Saat Kampanye, Prabowo Berikan Baju Safari Kesayangannya ke Mantan Bupati Merauke

Saat Kampanye, Prabowo Berikan Baju Safari Kesayangannya ke Mantan Bupati Merauke

Nasional
Mahasiswa China di Kanada Diculik Gerombolan Pria Bertopeng

Mahasiswa China di Kanada Diculik Gerombolan Pria Bertopeng

Internasional
Jadi Fasilitator Desa Terbaik, 2 Warga NTT Bertemu 3 Menteri dan Belajar ke India

Jadi Fasilitator Desa Terbaik, 2 Warga NTT Bertemu 3 Menteri dan Belajar ke India

Regional
Jaksa KPK Tuntut Pencabutan Hak Politik Irwandi Yusuf

Jaksa KPK Tuntut Pencabutan Hak Politik Irwandi Yusuf

Nasional
Pemenang DSC 2018, Memikat dengan 'Piawai', 'Paham' dan 'Persona'

Pemenang DSC 2018, Memikat dengan "Piawai", "Paham" dan "Persona"

Edukasi
Orangtua Bayi Bernama Gopay Dapat 'Cash Back' Rp 500 Ribu Per Bulan

Orangtua Bayi Bernama Gopay Dapat "Cash Back" Rp 500 Ribu Per Bulan

Regional
Hari Ini dalam Sejarah, RCA Merilis Televisi Berwarna Pertama di Dunia

Hari Ini dalam Sejarah, RCA Merilis Televisi Berwarna Pertama di Dunia

Internasional
Ini Nama 9 Panelis Debat Keempat Pilpres

Ini Nama 9 Panelis Debat Keempat Pilpres

Nasional
Sandiaga Uno Sebut Pegiat OK OCE Terbanyak Ada di Jakarta Barat

Sandiaga Uno Sebut Pegiat OK OCE Terbanyak Ada di Jakarta Barat

Nasional
'Tarif MRT Rp 8.500 Sangat Murah dan Terjangkau, Semoga Masyarakat Beralih...'

"Tarif MRT Rp 8.500 Sangat Murah dan Terjangkau, Semoga Masyarakat Beralih..."

Megapolitan
Kominfo Belum Putuskan Aturan soal 'Buzzer' Politik di Masa Tenang

Kominfo Belum Putuskan Aturan soal "Buzzer" Politik di Masa Tenang

Nasional
Mantan Perdana Menteri Sebut Pemilu Thailand Diwarnai Kecurangan

Mantan Perdana Menteri Sebut Pemilu Thailand Diwarnai Kecurangan

Internasional
Kasus Pemotor Tewas Tertimpa Baliho Capres, Polisi Tetap Menyelidiki Walau Keluarga Pasrah

Kasus Pemotor Tewas Tertimpa Baliho Capres, Polisi Tetap Menyelidiki Walau Keluarga Pasrah

Regional

Close Ads X