Kompas.com - 24/12/2013, 09:30 WIB
Peserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan saat melakukan wawancara di sela-sela kampanye jalan darat berkeliling Pulau Jawa, Jumat (20/12/2013). Kompas.com/SABRINA ASRILPeserta konvensi calon Presiden Partai Demokrat, Anies Baswedan saat melakukan wawancara di sela-sela kampanye jalan darat berkeliling Pulau Jawa, Jumat (20/12/2013).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

SURABAYA, KOMPAS.com - Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Anies Baswedan bertemu sekitar 40 orang relawan di Taman Bungkul, Surabaya, Senin (23/12/2013) malam. Di sana, Rektor Universitas Paramadina itu mengampanyekan Gerakan Turun Tangan dan meminta masyarakat aktif dalam menyeleksi pemimpin ke depan.

"Di sini saya mengajak kita turun tangan, bukan urun angan, atau lipat tangan. Masalah di negeri ini terjadi bukan karena banyak orang jahat, tapi orang baik yang memilih diam dan mendiamkan," ucap Anies.

Anies menjelaskan, Gerakan Turun Tangan yang dikampanyekannya adalah salah satu cara pembelajararn anti politik uang yang marak di perpolitikan Indonesia. Dia mengatakan, tidak menerima bantuan dana cair dari pihak lain.

"Saya tidak minta uang, tapi kalau mau membantu yuk kita sama-sama turun tangan, lipat gandakan semangat Turun Tangan ini," kata Anies.

Menurut Anies, masyarakat saat ini juga harus kritis melihat calon pemimpinnya. Dia meminta masyarakat tak terperdaya dengan imbalan rupiah. Lebih baik, kata Anies, masyarakat memberikan dukungan aktif kepada kandidat yang tak bermasalah sehingga bisa dipilih banyak orang.

"Jangan diam, dan membiarkan yang bermasalah masuk jadi pemimpin kita. Saya tidak minta dipilih, saya hanya meminta teman-teman semua pilih yang tidak bermasalah, agar kita tak perlu lagi berkeluh kesan di kemudian hari," ujar Anies.

Setelah melakukan orasi, Anies menyempatkan diri berfoto dan bersalaman dengan warga Surabaya yang tengah bermain di taman. Anies bersama sekitar 100 warga pun melepaskan sekitar 50 lampion ke udara. Meski menyita perhatian masyarakat, warga masih bertanya-tanya tentang sosok pria yang sempat menjadi tim delapan dalam melakukan investigasi kasus pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Riyanto-Chandra Hamzah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu siapa ya dia?" ucap seorang bapak yang berusia sekitar 50-an kepada seorang panitia.

Panitia itu lalu menjelaskan soal sosok Anies Baswedan. "Siapa ya Anies Baswedan?" tanyanya.

Sepanjang perjalanan Anies berkampanye jalur darat selama lima hari keliling Pulau Jawa, pertanyaan senada kerap kali terlontarkan. Bahkan, rektor Universitas Paramadina itu sempat disangka artis saat ziarah ke makan Bung Karno di Blitar, Jawa Timur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NASIONAL] Dugaan ICW dan Bantahan Moeldoko Terkait Ivermectin | Vaksin Covid-19 Turunkan Angka Kematian

[POPULER NASIONAL] Dugaan ICW dan Bantahan Moeldoko Terkait Ivermectin | Vaksin Covid-19 Turunkan Angka Kematian

Nasional
Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Jokowi Telepon Menkes: Saya Cari Obat Antivirus Enggak Ada

Nasional
Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Jubir Pemerintah: Cara Kerja Vaksin Covid-19 pada Dewasa dan Anak Sama Saja

Nasional
Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Eks Pejabat Kemenkes Bambang Giatno Rahardjo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Nasional
Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Komnas HAM Minta Penegakan Aturan PPKM Gunakan Pendekatan Humanis

Nasional
Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Kemenkes: Bukan Hanya Vaksin Kita Berkompetisi, Obat-obatan Covid-19 Juga

Nasional
Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Ketum PBNU Kritik Penanganan Pandemi yang Tak Libatkan Masyarakat

Nasional
Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Pegawai Pertanyakan Putusan Dewas soal Dugaan Pelanggaran Etik Pimpinan KPK

Nasional
Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Muhaimin Nilai Sistem Demokrasi Mesti Dievaluasi

Nasional
Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Jokowi: Terus Saya Cari Ke Mana?

Nasional
Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Said Aqil: PKB Harus Jadi Partai yang Dewasa dan Matang

Nasional
Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Kasus Kematian Saat Isolasi Mandiri Meningkat, Ini Respons Kemenkes

Nasional
Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Peringati Hari Anak Nasional, Kementerian KP Bagikan 1,2 Ton Ikan di Kampung Pemulung dan Lapas Anak

Nasional
Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Kritik Penanganan Pandemi, Muhaimin: Semua Serba Pemerintah

Nasional
Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Klaim PKB Masuk Tiga Besar, Muhaimin: Kita Sudah Meninggalkan Level Tengah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X