Kompas.com - 17/10/2013, 19:36 WIB
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menjawab pertanyaan wartawan seusai bertemu dengan Menteri Perekonomian Hatta Radjasa di Jakarta, Selasa (2/10/2012). Pertemuan tersebut antara lain membahas mengenai rencana unjuk rasa dan mogok massal buruh yang akan berlangsung hari ini, Rabu (3/10/2012).

KOMPAS/PRIYOMBODOMenteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menjawab pertanyaan wartawan seusai bertemu dengan Menteri Perekonomian Hatta Radjasa di Jakarta, Selasa (2/10/2012). Pertemuan tersebut antara lain membahas mengenai rencana unjuk rasa dan mogok massal buruh yang akan berlangsung hari ini, Rabu (3/10/2012).
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, pemerintah tengah mencari tahu bagaimana kronologis penembakan terhadap empat warga negara Indonesia oleh kepolisian Malaysia.

Muhaimin menjelaskan, awalnya pihaknya ingin mendapat kepastian apakah memang mereka bekerja sebagai TKI atau hanya melakukan kunjungan untuk urusan tertentu. Hanya, mereka tidak tercatat sebagai TKI resmi.

"Ini yang kita telusuri. Belum ada titik terang. Investigasinya oleh KBRI dan KJRI supaya tahu kebenarannya mereka ke situ dalam rangka apa. Kalau dia tidak salah, ditembak, ya kita protes," kata Muhaimin di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis ( 17/10/2013 ).

Tidak ingin campuri

Di tempat yang sama, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin mengaku tidak ingin mencampuri kedulatan hukum di Malaysia. Aparat Kepolisian Malaysia, kata Amir, tentu mempunyai cara sendiri untuk menegakkan hukum di negaranya.

"Kita tentunya mengharapkan hukum ditegakkan dan keadilan diberikan kepada korban," kata Amir.

Seperti diberitakan, keempat WNI yang ditembak mati semuanya berasal dari Nusa Tenggara Barat. Mereka, yakni Hafat bin Angang, Iknoriansyah, Hery Setiawan, dan Wahyudi. Laporan yang diterima pemerintah Indonesia, Kepolisian Malaysia menyebut keempat WNI itu diduga melakukan perampokan rumah.

Jenazah keempatnya sudah tiba di NTB pada Rabu ( 16/10/2013 ) malam, diantar oleh perwakilan Kedubes RI di Malaysia, Kementerian Luar Negeri, dan beberapa anggota keluarga. Keluarga meyakini mereka bukan perampok.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes: Orang Indonesia Lebih Rajin Pakai Masker Dibanding Warga AS dan Eropa

Menkes: Orang Indonesia Lebih Rajin Pakai Masker Dibanding Warga AS dan Eropa

Nasional
Jokowi Harapkan Kontribusi B20 Dalam Percepatan Transformasi Menuju Energi Hijau

Jokowi Harapkan Kontribusi B20 Dalam Percepatan Transformasi Menuju Energi Hijau

Nasional
Tanggapan Pemerintah soal Kesepatan FIR yang Dinilai Rugikan Indonesia

Tanggapan Pemerintah soal Kesepatan FIR yang Dinilai Rugikan Indonesia

Nasional
Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Tak Perlu Diproses Hukum, Ini Syaratnya

Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Tak Perlu Diproses Hukum, Ini Syaratnya

Nasional
Pemerintah Diminta agar Serius Hentikan PTM 100 Persen

Pemerintah Diminta agar Serius Hentikan PTM 100 Persen

Nasional
Menkes: Di Kantor Kalau Tidak Terlalu Perlu Lebih Baik WFH

Menkes: Di Kantor Kalau Tidak Terlalu Perlu Lebih Baik WFH

Nasional
Kejagung: Rencana Pemanggilan 2 Purnawirawan Jenderal Terkait Kasus Korupsi Satelit Masih Tahap Koordinasi

Kejagung: Rencana Pemanggilan 2 Purnawirawan Jenderal Terkait Kasus Korupsi Satelit Masih Tahap Koordinasi

Nasional
Jokowi Ajak Negara B20 Berinvestasi di Sektor Ekonomi Digital Indonesia

Jokowi Ajak Negara B20 Berinvestasi di Sektor Ekonomi Digital Indonesia

Nasional
Kesepakatan DCA Buat Pesawat Tempur Singapura Bisa 'Numpang' Latihan di Langit RI

Kesepakatan DCA Buat Pesawat Tempur Singapura Bisa "Numpang" Latihan di Langit RI

Nasional
Menkes: 'Feeling' Saya, Sebagian Besar Kasus Covid-19 di Jakarta Sudah Omicron

Menkes: "Feeling" Saya, Sebagian Besar Kasus Covid-19 di Jakarta Sudah Omicron

Nasional
Gandeng Swasta, Kemenkes Akan Percepat Vaksinasi Booster di Jakarta

Gandeng Swasta, Kemenkes Akan Percepat Vaksinasi Booster di Jakarta

Nasional
Profil Eks Pramugari Garuda Siwi Widi yang Disebut dapat Aliran Dana Korupsi

Profil Eks Pramugari Garuda Siwi Widi yang Disebut dapat Aliran Dana Korupsi

Nasional
Satgas Covid-19: Mungkin Kita Terlena Rendahnya Kasus 6 Bulan Terakhir

Satgas Covid-19: Mungkin Kita Terlena Rendahnya Kasus 6 Bulan Terakhir

Nasional
Alasan Kejagung Akan Panggil Kominfo dalam Perkara Satelit Kemenhan

Alasan Kejagung Akan Panggil Kominfo dalam Perkara Satelit Kemenhan

Nasional
KPK Gandeng PT Taspen Jamin Pemenuhan Hak dan Kewajiban Pegawai

KPK Gandeng PT Taspen Jamin Pemenuhan Hak dan Kewajiban Pegawai

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.