YLBHU: Ada Penggembosan Islah di Sampang

Kompas.com - 27/09/2013, 10:13 WIB
Warga Syiah korban konflik bernuansa agama, dievakuasi oleh personil Brimob Polda Jatim, dari Desa Karang Gayam, Sampang, Madura, 27 Agustus 2012. Karya foto Pemenang II Kategori General News, Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2013.
TEMPO / FULLY SYAFI Warga Syiah korban konflik bernuansa agama, dievakuasi oleh personil Brimob Polda Jatim, dari Desa Karang Gayam, Sampang, Madura, 27 Agustus 2012. Karya foto Pemenang II Kategori General News, Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2013.
Penulis Sandro Gatra
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Perdamaian yang terjadi antarpihak yang bertikai di Sampang, Madura, Jawa Timur, disebut tengah diganggu oleh kelompok intoleran. Warga Syiah yang kembali ke kampung halaman setelah berdamai mendapat tekanan.

Direktur Eksekutif Yayasan Bantuan Hukum Universalia (YLBHU) Hertasning Ichlas alias Herta mengatakan, tim islah mendapat tekanan tak lama setelah deklarasi perdamaian di Sampang. Para penanda tangan perdamaian Sampang ketika hendak pulang dicegat di jalan di kampung oleh kelompok intoleran.

"Alasannya tidak boleh menyusupkan pengungsi pulang. Warga sebenarnya kuat untuk melawan para pencegat. Namun, demi menuntaskan program islah, mereka memilih untuk mengalah dan tidak melakukan tindakan apa pun," ujarnya, melalui surat elektronik, Jumat ( 27/9/2013).

Hertasning mengatakan, jika warga melawan, kepolisian setempat pasti akan melakukan penangkapan. Pasalnya, kata dia, kepolisian di Sampang tidak netral menyikapi konflik.

Informasi yang diterima YLBHU, tambahnya, kiai setempat juga berusaha mengganggu perdamaian. Warga penggerak islah, kata dia, sempat dibawa oleh kepolisian untuk bertemu kiai yang pernah memaksa warga Syiah untuk bertobat beberapa waktu lalu.

"Para warga penanda tangan islah mengatakan bahwa mereka tak takut dan tak mau tunduk dengan kiai dan Pemkab Sampang yang mencoba mendelegitimasi deklarasi dan piagam islah Sampang," kata Hertasning.

Hertasning menambahkan, warga Sampang sudah tidak ingin lagi bertikai demi persaudaraan. Warga, bahkan mereka yang dulu ikut melakukan kekerasan, kata dia, juga sudah lelah dengan provokasi kebencian serta penyesatan.

Untuk itu, Hertasning berharap agar semua pihak membantu untuk menjaga perdamaian yang sudah ada di Sampang. Ia meyakini penggembosoan islah akan terus dilakukan oleh pihak intoleran.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X