Kompas.com - 20/09/2013, 03:26 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sikap Indonesia atas aksi kekerasan yang berkecamuk di Kairo, Mesir, sejak Rabu (14/8/2013). Pernyataan disampaikan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2013). KOMPAS.COM/Sandro GatraPresiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sikap Indonesia atas aksi kekerasan yang berkecamuk di Kairo, Mesir, sejak Rabu (14/8/2013). Pernyataan disampaikan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANDA ACEH, KOMPAS.com — Satu lagi gelar doktor kehormatan disematkan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kali ini gelar honoris causa itu datang dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam.

"Sosok SBY telah berjasa dalam mengembalikan hak konstitusional bagi rakyat Aceh," kata Rektor Universitas Syiah Kuala Samsul Rizal tentang alasan pemberian gelar ini, Kamis (19/9/2013) malam. Penganugerahan gelar tersebut dilakukan dalam rapat senat terbuka, bagian dari puncak peringatan Dies Natalis Ke-52 Universitas Syiah Kuala.

Menurut Samsul, SBY sangat berjasa dalam dua hal di Aceh, yakni proses perdamaian di Aceh serta penanganan Aceh sesudah gempa dan tsunami. Samsul pun berharap kehadiran SBY di Universitas Syiah Kuala akan memberi nuansa positif dan motivasi bagi kampus itu.

Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, SBY mengenang kembali masa-masa Aceh berada dalam situasi konflik. "Sebagai prajurit, saya selalu bermimpi agar tak lagi tumpah darah di Aceh," kata Presiden di Gedung Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Kamis malam.

Masih bagian dari kenangan, SBY mengatakan dulu beragam upaya terus dilakukan untuk mengatasi konflik bersenjata di Aceh. "Pernah ingin menyerah, tapi semangat untuk menghentikan konflik lebih kuat, hingga akhirnya titik terang persoalan ditemukan dan memberi hasil," aku Presiden.

Gelar dari Universitas Syiah Kuala ini menjadi yang kedelapan untuk Presiden SBY, dalam sembilan tahun masa jabatannya. Dalam catatan Kompas.com, sebelumnya sudah ada tujuh gelar doktor honoris causa untuk peran SBY di berbagai bidang, mulai dari pertanian, ekonomi, hukum, hingga politik.

Sebelum gelar kedelapan dari Universitas Syiah Kuala ini, honoris causa terakhir untuk SBY datang dari Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University, Singapura. Penghargaan itu diserahkan di sela-sela kunjungan Presiden SBY ke Singapura pada 22 April 2013.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Jadi Tersangka Kasus Suap, Hakim Itong Isnaeni Diberhentikan Sementara

Nasional
KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

KPK Amankan Uang Rp 140 Juta dalam OTT di PN Surabaya, Tanda Jadi untuk Hakim Itong Urus Perkara

Nasional
Hakim PN Surabaya 'Ngamuk' Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Hakim PN Surabaya "Ngamuk" Saat KPK Umumkan Tersangka: Ini Omong Kosong!

Nasional
Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Hakim Itong, Panitera dan Pengacara yang Terjaring OTT di PN Surabaya Jadi Tersangka

Nasional
RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

RI Kecam Aksi Israel Gusur Permukiman Warga Palestina di Sheikh Jarah

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Satgas: Kasus Covid-19 dari Berbagai Varian di Indonesia Masih Terkendali

Nasional
KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

KPK Sayangkan Rahmat Effendi Lakukan Pertemuan Daring di Luar Ketentuan

Nasional
Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Kemenlu: RI Butuh Informasi Lebih Lengkap Untuk Kirim Bantuan ke Tonga

Nasional
Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Kemenkes: Kasus Covid-19 Varian Omicron Tembus 1.078

Nasional
Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Hakim PN Surabaya yang Ditangkap, Itong Isnaeni Hidayat, Tiba di Gedung KPK

Nasional
Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Satgas: Kasus Covid-19 Naik 5 Kali Lipat dalam 3 Pekan

Nasional
Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Kemenlu: Indonesia Bakal Kedatangan Vaksin dari Jerman dan China

Nasional
Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Tahun 2022, Kementerian KP Fokus Genjot Peluang Investasi di Sektor Perikanan

Nasional
Sempat Kabur, Kakak Bupati Langkat Akhirnya Tiba di Gedung Merah Putih

Sempat Kabur, Kakak Bupati Langkat Akhirnya Tiba di Gedung Merah Putih

Nasional
Kemenlu Minta Malaysia Tindak Tegas Majikan yang Pekerjakan PMI Ilegal

Kemenlu Minta Malaysia Tindak Tegas Majikan yang Pekerjakan PMI Ilegal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.