Kompas.com - 10/09/2013, 16:27 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa berharap agar para produsen tahu dan tempe kembali berproduksi. Pemerintah, kata Hatta, sudah menggelontorkan stok kedelai dengan harga terjangkau.

"Tentu jangan mogok dalam situasi seperti ini. Kita prihatin ada motif seperti itu. Oleh karena itu, kebutuhan dari pengrajin (kedelai) harus cepat disuplai," kata Hatta di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Hatta mengaku sudah meminta stok kedelai sebesar 300.000 ton untuk dialirkan ke pasar. Informasi yang diterima Hatta, stok tersebut sudah dialirkan. Harganya, kata dia, sesuai kesepakatan antara pengimpor kedelai dan pengusaha tahu dan tempe.

"Kalau harga tanya Menteri Perdagangan (Gita Wirjawan). Intinya agar para pengrajin kita bisa beroperasi segera," pungkas Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional itu.

Seperti diberitakan, hingga Senin (9/9/2013), harga kedelai masih tinggi di kisaran Rp 9.400 - Rp 10.500 per kilogram. Akibatnya, produsen tahu dan tempe di sebagian wilayah Indonesia mogok berproduksi. Hal itu di antaranya terjadi di Jakarta, Surabaya, Bandung, Sukoharjo, Kendal, Magelang, Yogyakarta, dan Bengkulu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.