Kompas.com - 15/08/2013, 18:41 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sikap Indonesia atas aksi kekerasan yang berkecamuk di Kairo, Mesir, sejak Rabu (14/8/2013). Pernyataan disampaikan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2013). KOMPAS.COM/Sandro GatraPresiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sikap Indonesia atas aksi kekerasan yang berkecamuk di Kairo, Mesir, sejak Rabu (14/8/2013). Pernyataan disampaikan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2013).
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menginstruksikan kepada perwakilan Indonesia di Mesir untuk menjaga seluruh warga negara Indonesia di Mesir. Instruksi itu disampaikan Presiden kepada Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Duta Besar RI di Mesir Nurfaizi Suwandi.

"Saya ingatkan berkali-kali tolong dijaga mahasiwa kita, warga negara kita, jangan sampai jadi sasaran," kata Presiden saat jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Hal itu dikatakan Presiden menyikapi bentrokan antara polisi dan pendukung mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi, pada "Rabu Berdarah".

Presiden kembali mengingatkan kepada seluruh WNI di Mesir untuk menjauhi tempat-tempat berbahaya. Presiden juga meminta seluruh WNI tidak ikut campur dan berpihak kepada pihak mana pun. Apa yang terjadi di sana merupakan urusan negara Mesir.

Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan, setidaknya ada sekitar 2.000 WNI di Mesir. Informasi yang diterimanya, seluruh WNI, khususnya pelajar Indonesia, patuh atas himbauan pemerintah.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada rencana untuk mengevakuasi WNI dari Mesir. Pemerintah menunggu saran dari perwakilan RI di Mesir. Mereka yang biasa melihat derajat kondisi permasalahan di sana. Demikian kata Faizasyah.

Seperti diberitakan, Pemerintah Mesir menyebut bentrokan pada "Rabu Berdarah" telah menewaskan 343 orang dengan rincian 300 warga sipil dan 43 polisi. Namun, Ikhwanul Muslimin mengklaim bahwa kerusuhan terburuk sejak revolusi 2011 itu telah menewaskan setidaknya 2.200 orang dan 10.000 orang terluka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PDSI Usul UU Pendidikan Kedokteran Direvisi, IDI: Selama Dilakukan Bukan untuk Kepentingan Pribadi, Kami Dukung

PDSI Usul UU Pendidikan Kedokteran Direvisi, IDI: Selama Dilakukan Bukan untuk Kepentingan Pribadi, Kami Dukung

Nasional
Kasdam Pattimura Meninggal Dunia, KSAD: TNI AD Kehilangan Salah Satu Perwira Terbaik

Kasdam Pattimura Meninggal Dunia, KSAD: TNI AD Kehilangan Salah Satu Perwira Terbaik

Nasional
Oditur Militer Akan Sampaikan Bantahan atas Pleidoi Kolonel Priyanto Siang Ini

Oditur Militer Akan Sampaikan Bantahan atas Pleidoi Kolonel Priyanto Siang Ini

Nasional
Pengertian Partai Pengusung dan Pendukung

Pengertian Partai Pengusung dan Pendukung

Nasional
Arah Koalisi Baru dan Prediksi Airlangga Bakal Berujung Jadi Cawapres

Arah Koalisi Baru dan Prediksi Airlangga Bakal Berujung Jadi Cawapres

Nasional
Mengenal Sejarah, Tugas, dan Wewenang KPU

Mengenal Sejarah, Tugas, dan Wewenang KPU

Nasional
[POPULER NASIONAL] Wawancara Khusus Wali Kota Solo Gibran Rakabuming | Sikap AHY soal Koalisi Baru

[POPULER NASIONAL] Wawancara Khusus Wali Kota Solo Gibran Rakabuming | Sikap AHY soal Koalisi Baru

Nasional
Mayoritas Publik Puas Kinerja Jokowi, Stafsus Mensesneg: Tantangan Pemerintah Semakin Besar

Mayoritas Publik Puas Kinerja Jokowi, Stafsus Mensesneg: Tantangan Pemerintah Semakin Besar

Nasional
Tak Setuju Masa Jabatan Presiden Diperpanjang, Gibran: Ibu Bahkan Sudah Packing

Tak Setuju Masa Jabatan Presiden Diperpanjang, Gibran: Ibu Bahkan Sudah Packing

Nasional
Gibran: Saya Melihat Bapak Saya Sendiri Sebagai Atasan Saya

Gibran: Saya Melihat Bapak Saya Sendiri Sebagai Atasan Saya

Nasional
Din Syamsuddin: Pelita Fokus Verifikasi Administrasi Sebelum Bangun Koalisi

Din Syamsuddin: Pelita Fokus Verifikasi Administrasi Sebelum Bangun Koalisi

Nasional
Gibran Rakabuming Akui Bahas Pencalonan Gubernur dengan Pimpinan Parpol

Gibran Rakabuming Akui Bahas Pencalonan Gubernur dengan Pimpinan Parpol

Nasional
Di Rakernas, Partai Pelita Klaim Infrastruktur Partai Telah Terbentuk di Seluruh Provinsi

Di Rakernas, Partai Pelita Klaim Infrastruktur Partai Telah Terbentuk di Seluruh Provinsi

Nasional
Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Gibran Rakabuming: Kita Enggak Ngotot 3 Periode

Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Gibran Rakabuming: Kita Enggak Ngotot 3 Periode

Nasional
Wapres Harap Waisak Jadi Momentum Tingkatkan Kebijaksanaan Umat Buddha

Wapres Harap Waisak Jadi Momentum Tingkatkan Kebijaksanaan Umat Buddha

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.