Jenguk Rusli, Wagub Riau Ingin Koordinasi Urusan Pemerintahan

Kompas.com - 11/07/2013, 11:36 WIB
Gubernur Riau, Rusli Zainal, menggunakan baju tahanan usai menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2013). KPK resmi menahan Rusli Zainal terkait kasus dugaan suap pada penyelenggaraan PON Riau serta kasus dugaan korupsi pemberian izin pengelolaan hutan di Pelalawan, Riau.  WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN Gubernur Riau, Rusli Zainal, menggunakan baju tahanan usai menjalani pemeriksaan selama tujuh jam di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2013). KPK resmi menahan Rusli Zainal terkait kasus dugaan suap pada penyelenggaraan PON Riau serta kasus dugaan korupsi pemberian izin pengelolaan hutan di Pelalawan, Riau.
Penulis Icha Rastika
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Riau Mambang Bit menjenguk Gubernur Riau Rusli Zainal yang ditahan di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (11/7/2013). Selain dalam rangka silaturahim bulan Ramadhan, Mambang mengatakan ingin melaporkan penyelenggaraan pemerintah provinsi Riau setelah Rusli ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap Pekan Olahraga Nasional dan korupsi kehutanan dan ditahan.

Mambang mengaku akan berkonsultasi dengan Rusli untuk menyusun laporan pertanggung jawaban kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di akhir masa jabatan mereka.

"Ini kan akhir masa jabatan lima tahun beliau (Rusli) dan saya. Nanti akan ada laporan keterangan pertangung jawaban akhir masa jabatan gubernur, saya mau konsultasi, mau berikan laporan kepada DPRD Riau," tuturnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Selain Mambang, hari ini Rusli Zainal mendapat kunjungan dari mantan Menteri Kehakiman, Muladi. Mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhamnas) itu mengunjungi Rusli dalam kapasitasnya selaku petinggi Partai Golkar.

"Ini orang baik dan penting, banyak hubungan luas. Golkar harus bertanggung jawab secara pribadi, bukan kelembagaan," ucap Muladi.

Sejauh ini Rusli kerap menerima kunjungan keluarga, kerabat dan rekan partainya. Selain Muladi, Rusli pernah dikunjungi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga petinggi Partai Golkar.

Rata-rata yang berkunjung mengaku ingin memberikan dukungan moral kepada Rusli. Kalla bahkan mengaku dekat dengan Rusli, baik dalam struktur kepemimpinan di partai, maupun saat Kalla menjadi wapres.

KPK menetapkan Rusli sebagai tersangka atas tiga tuduhan perbuatan korupsi. Pertama, Rusli diduga menerima suap untuk meloloskan pembahasan Perda itu. Terkait pembahasan Perda yang sama, Rusli juga diduga menyuap sejumlah anggota DPRD Provinsi Riau.

Selain itu, Rusli ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan penyalahgunaan wewenang terkait penerbitan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) di Kabupaten Pelalawan, Riau, pada 2001 sampai 2006.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pertempuran 10 November: Ikut Angkat Senjata hingga Dirikan Palang Biru

    Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pertempuran 10 November: Ikut Angkat Senjata hingga Dirikan Palang Biru

    Nasional
    Tahun Baru Imlek, 43 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi Khusus

    Tahun Baru Imlek, 43 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi Khusus

    Nasional
    Kunjungi Lokasi PON 2020, Menko PMK Singgung Pembangunan dari Timur Indonesia

    Kunjungi Lokasi PON 2020, Menko PMK Singgung Pembangunan dari Timur Indonesia

    Nasional
    BNPB Uji Coba Operasional Call Center 24 Jam

    BNPB Uji Coba Operasional Call Center 24 Jam

    Nasional
    Kemenkumham soal Harun Masiku: Bantah Merekayasa hingga Bentuk Tim Independen

    Kemenkumham soal Harun Masiku: Bantah Merekayasa hingga Bentuk Tim Independen

    Nasional
    Pengakuan Hasto Usai Diperiksa KPK: Ditanya soal PAW hingga Sebut Harun Masiku Korban

    Pengakuan Hasto Usai Diperiksa KPK: Ditanya soal PAW hingga Sebut Harun Masiku Korban

    Nasional
    Belum Tahu Keberadaan Harun Masiku, KPK Minta Masyarakat Bantu Beri Informasi

    Belum Tahu Keberadaan Harun Masiku, KPK Minta Masyarakat Bantu Beri Informasi

    Nasional
    Imigrasi dan Kejaksaan Diminta Stop Kasus Jurnalis Mongabay

    Imigrasi dan Kejaksaan Diminta Stop Kasus Jurnalis Mongabay

    Nasional
    Dukung Nelayan Melaut di Natuna, Pemerintah Revisi 29 Regulasi

    Dukung Nelayan Melaut di Natuna, Pemerintah Revisi 29 Regulasi

    Nasional
    Bima Arya: Banjir di Bogor Berkurang berkat Naturalisasi Kali Ciliwung

    Bima Arya: Banjir di Bogor Berkurang berkat Naturalisasi Kali Ciliwung

    Nasional
    Bamsoet Sebut Majelis Konghucu dan PGI Minta Ada Utusan Golongan di MPR

    Bamsoet Sebut Majelis Konghucu dan PGI Minta Ada Utusan Golongan di MPR

    Nasional
    Hasto Akui Tersangka Saeful Pernah Jadi Stafnya Tahun 2009

    Hasto Akui Tersangka Saeful Pernah Jadi Stafnya Tahun 2009

    Nasional
    Saat Jokowi Pamerkan Desain Ibu Kota Baru di Pengukuhan DPP Hanura

    Saat Jokowi Pamerkan Desain Ibu Kota Baru di Pengukuhan DPP Hanura

    Nasional
    TNI AL Ungkap Cara China Menangi Persaingan di Laut China Selatan

    TNI AL Ungkap Cara China Menangi Persaingan di Laut China Selatan

    Nasional
    Menurut TNI AL, Solusi Sengketa Perairan adalah Kehadiran Pemerintah di Laut

    Menurut TNI AL, Solusi Sengketa Perairan adalah Kehadiran Pemerintah di Laut

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X